Zonaperistiwa SURABAYA – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 resmi ditutup di Surabaya, Minggu (27/9/2026). Gelaran yang berlangsung sejak Kamis hingga Minggu tersebut mencatat sejumlah capaian, mulai dari jumlah kunjungan masyarakat, transaksi bisnis, hingga tingginya jangkauan kegiatan melalui kanal digital.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan pelaksanaan FESyar Regional Jawa 2026 di luar ekspektasi penyelenggara. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
"Alhamdulillah, FESyar Regional Jawa tahun 2026 ini terselenggara dengan hasil yang terus terang melampaui ekspektasi kami. Ini berkat dukungan dan sinergi bersama kita semua," ujar Ibrahim dalam acara penutupan FESyar Regional Jawa 2026.
Ibrahim menjelaskan, rangkaian FESyar tidak hanya dipusatkan di Grand City Surabaya, tetapi juga digelar di sejumlah lokasi, di antaranya Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dan Universitas Ciputra.
Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, tercatat lebih dari 26.000 pengunjung hadir dan berpartisipasi. Masyarakat tidak hanya datang untuk mengunjungi pameran dan berbelanja produk UMKM, tetapi juga mengikuti berbagai seminar, talkshow, showcasing UMKM, business matching hingga kegiatan pembiayaan.
Selain kunjungan secara langsung, FESyar Regional Jawa 2026 juga diperkuat dengan pemanfaatan kanal digital. Siaran kegiatan melalui YouTube tercatat telah ditonton lebih dari 7.000 kali.
Sementara konten-konten FESyar yang disebarluaskan melalui media sosial berhasil memperoleh lebih dari 1,9 juta views dan mendapatkan lebih dari 41 ribu likes.
"Di era media sosial, selain kita hadirkan secara langsung, kita juga siarkan melalui media sosial. Ini kami harapkan awareness masyarakat secara luas bisa semakin banyak lagi," kata Ibrahim.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. FESyar juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku UMKM, lembaga keuangan, pemerintah, pesantren, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang mewakili Gubernur Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada BI dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan FESyar Regional Jawa 2026.
Emil mengatakan, keberhasilan FESyar tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha, pesantren, akademisi, komunitas, media, dan berbagai mitra lainnya.
"Ini tidak mungkin bisa terwujud tanpa dukungan dari semua pihak. Dukungan dari seluruh elemen dan seluruh stakeholder yang membangun kolaborasi sepanjang pelaksanaan FESyar," ujarnya.
Menurut Emil, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota didorong untuk terus memperkuat komitmen dan menciptakan program yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kehadiran sejumlah kepala daerah dalam rangkaian FESyar. Menurutnya, kehadiran para kepala daerah maupun perwakilannya menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi syariah.
Emil menambahkan, salah satu tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah kegiatan dan partisipasi masyarakat, tetapi juga memastikan adanya dampak ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.
"Cita-cita kita adalah Indonesia menjadi world leader, pemimpin dunia untuk ekonomi dan keuangan syariah," katanya.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi syariah karena merupakan negara G20 dengan jumlah penduduk yang besar dan mayoritas penduduk muslim.
Namun, Emil menekankan bahwa kekuatan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari jumlah penduduk atau besarnya pasar. Yang lebih penting adalah bagaimana potensi tersebut mampu menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian.
"Yang ingin kita catatkan adalah nilai tambah atau value added," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur yang dinilai telah berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah masing-masing.
Ia berharap FESyar Regional Jawa 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mampu menghasilkan resonansi dan dampak yang terus berlanjut setelah kegiatan berakhir.
Selain rangkaian pameran dan edukasi, FESyar Regional Jawa 2026 juga menghadirkan kegiatan business matching dan pembiayaan yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra maupun lembaga keuangan.
Capaian tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur sekaligus mendukung target Indonesia dalam meningkatkan peran ekonomi syariah di tingkat global.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa