Zonaperistiwa SURABAYA – Bank Indonesia mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat kolaborasi serta semangat saling membantu dalam menghadapi tantangan ekonomi. Hal tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, mengatakan UMKM merupakan bagian penting dalam perekonomian sehingga perlu terus mendapatkan dukungan, khususnya pelaku usaha mikro yang berada di lapisan paling bawah.
Menurutnya, kondisi perekonomian yang cukup menantang saat ini harus dihadapi secara bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga seluruh pelaku ekonomi.
“Indonesia Emas 2045 perlu kita hadapi bersama-sama, bukan hanya pemerintah. Kita semua harus saling bergandengan tangan,” ujar Sofwan dalam kegiatan Business Coaching dan Business Matching.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan business coaching dan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial.
Dalam konteks ekonomi syariah, Sofwan menekankan pentingnya semangat ta'awun atau saling tolong-menolong. Pelaku usaha yang memiliki kapasitas lebih besar diharapkan dapat membantu pelaku UMKM yang masih berada pada tahap pengembangan.
“Kalau Bapak berada di posisi yang lebih kuat dari sisi bisnis, sementara saya berada di sisi yang lebih lemah, Bapak harus menolong saya. Insyaallah akan ada keberkahan dari situ karena niatnya membantu dan menolong,” katanya.
Menurut Sofwan, semangat ta'awun tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Pelaku usaha yang lebih besar dapat memberikan ruang kepada UMKM untuk berkembang, meskipun keuntungan yang diperoleh pada tahap awal mungkin belum maksimal.
Namun, ketika UMKM tersebut berkembang, manfaat ekonomi juga akan kembali kepada mitra yang telah membantunya.
“Setelah bertumbuh, nanti keuntungannya juga menjadi besar. Bapak bisa bangga karena saya ikut besar. Itulah semangat ta'awun yang saya sampaikan,” jelasnya.
Sofwan menambahkan, implementasi dari kegiatan business matching tidak boleh berhenti pada pertemuan atau penandatanganan kerja sama. Kesepakatan tersebut harus benar-benar direalisasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak.
“Wujud nyatanya adalah kerja sama ditandatangani lalu dilaksanakan, sehingga ada kemanfaatannya dan turun berkahnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mengedepankan kepentingan pribadi ketika melakukan negosiasi bisnis. Menurutnya, proses negosiasi perlu dilandasi semangat mencari keberkahan dan kemanfaatan bersama.
“Kalau bernegosiasi jangan mencari posisi ingin untung terus, ingin semuanya mengikuti kemauan sendiri atau egois. Harus melihat bahwa kita ingin mencari keberkahan,” katanya.
Lebih lanjut, Sofwan melihat ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk melalui penguatan industri halal. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim yang besar dinilai memiliki peluang untuk menjadi pasar sekaligus pusat produk halal.
Ia menilai proses sertifikasi halal menjadi salah satu bagian penting untuk memberikan kepastian kepada konsumen, termasuk wisatawan mancanegara.
Menurutnya, standardisasi produk halal tidak hanya berkaitan dengan bahan baku, tetapi juga mencakup proses pengolahan, peralatan yang digunakan, aspek higienitas, hingga pengemasan.
“Kalau semuanya sudah dilabeli dan disertifikasi, harusnya orang dari luar berbondong-bondong ingin merasakan makanan di Indonesia karena sudah terstandarisasi,” tuturnya.
Sofwan menilai kuliner halal juga dapat menjadi bagian dari daya tarik pariwisata Indonesia. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga ingin mengenal makanan khas dari daerah yang dikunjungi.
“Kalau jalan-jalan, apakah hanya mau melihat saja? Tidak. Salah satu yang paling utama justru makanannya, makanan apa saja di daerah tersebut,” katanya.
Ia berharap penguatan ekosistem ekonomi syariah melalui kolaborasi, sertifikasi, dan pengembangan UMKM dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa