zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Potensi Besar Ekonomi Syariah Indonesia Jadi Alasan BI Terus Perkuat Ekosistem

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa SURABAYA – Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa (FESyar) 2026 menjadi salah satu momentum Bank Indonesia (BI) untuk terus mendorong pengembangan serta memperluas cakupan industri ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di Jawa Timur.

Koordinator FESyar 2026, Yono Haryono, mengatakan pelaksanaan FESyar merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi sekaligus mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami konsep ekonomi syariah, tetapi juga mulai menggunakannya dalam aktivitas ekonomi dan keuangan.

Menurut Yono, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan indikator State of the Global Islamic Economy (SGIE), Indonesia saat ini berada di peringkat keempat dunia.

“Kalau kita lihat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, ketika Bank Indonesia mulai menginisiasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, kita berada di peringkat 10. Dengan berjalannya waktu, salah satunya melalui kontribusi berbagai kegiatan termasuk Festival Ekonomi Syariah, alhamdulillah tahun ini kita berada di peringkat keempat,” ujar Yono.

Meski demikian, posisi tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya ketika Indonesia berada di peringkat ketiga. Namun, menurut Yono, perkembangan tersebut tetap menunjukkan adanya kemajuan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah tingkat literasi ekonomi syariah. Yono menyebut hasil survei yang dilakukan secara berkala menunjukkan indeks literasi ekonomi syariah Indonesia terus mengalami peningkatan.

“Survei yang kami lakukan tahun lalu menunjukkan indeks literasi ekonomi syariah Indonesia berada di angka 50 persen. Ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 30 persen,” katanya.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memahami konsep, prinsip, serta produk ekonomi syariah. Menurut Yono, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan BI bersama pemangku kepentingan lainnya dalam memberikan edukasi dan memperluas pemahaman masyarakat.

Namun, peningkatan literasi tersebut masih perlu diikuti dengan peningkatan inklusi ekonomi dan keuangan syariah. Yono mengatakan tingkat inklusi masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Yang menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana dari yang tadinya memahami, kita bisa menggeser preferensinya menjadi inklusif. Jadi tidak berhenti pada literasi, tetapi juga bagaimana masyarakat menggunakan produk dan layanan ekonomi serta keuangan syariah,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, untuk terus menggaungkan informasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat.

Menurut Yono, pengembangan ekonomi syariah juga didorong oleh besarnya potensi Indonesia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, Indonesia dinilai tidak seharusnya hanya menjadi pasar bagi produk-produk halal dan syariah, tetapi juga mampu menjadi produsen sekaligus pemain utama di tingkat global.

“Kita termasuk negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Selama ini kita hanya menjadi pasar. Seharusnya dengan populasi yang besar, kita menjadi produsen, bukan hanya konsumen,” ujarnya.

Potensi tersebut, lanjut Yono, semakin besar jika melihat berbagai sumber daya ekonomi yang dimiliki Indonesia, termasuk keberadaan lebih dari 40 ribu pondok pesantren yang dapat menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

“Kalau dilihat dari potensi ekonominya, pondok pesantren itu sangat luar biasa. Ini yang mendorong Bank Indonesia bersama stakeholder lainnya untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” katanya.

Yono menambahkan, besarnya potensi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Bank Indonesia dalam menyusun arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu visi yang diusung adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah global.

Dengan demikian, FESyar tidak hanya menjadi ajang promosi produk syariah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem, meningkatkan literasi, serta mendorong masyarakat untuk beralih dari sekadar memahami ekonomi syariah menuju pemanfaatan produk dan layanan syariah dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.(red)

Editor :