zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Ning Lia Apresiasi Kepemimpinan DPD RI, Ajak Generasi Muda Aktif Kawal Demokrasi

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa SURABAYA – Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, mengapresiasi kepemimpinan DPD RI sekaligus menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam membangun hubungan antara lembaga negara dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ning Lia dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 DPD RI yang berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Gedung DPD RI Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia menyampaikan terima kasih kepada Nawardi, yang disebutnya sebagai Ketua Komite IV DPD RI. Ia menilai kepemimpinan Nawardi turut memperkuat keterhubungan Jawa Timur dalam lingkup pimpinan DPD RI.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Nawardi, Ketua Komite IV DPD RI. Kita mengapresiasi bahwa melalui kepemimpinan beliau, Jawa Timur bisa terkoneksi di level pimpinan,” ujar Ning Lia.

Menurutnya, peringatan HUT ke-22 DPD RI tidak sekadar menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan dan perkembangan kelembagaan. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa politik dapat dijalankan dengan pendekatan yang humanis, terbuka, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ning Lia menilai penguatan daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembahasan kebijakan, fungsi legislasi, pengawasan, maupun pertimbangan sesuai kewenangan kelembagaan. Diperlukan pula ruang interaksi yang mampu membangun kedekatan emosional, kepercayaan, serta komunikasi dua arah antara anggota DPD RI dan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi undangan dalam kegiatan yang disebutnya sebagai “Kasmata”. Menurut Ning Lia, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan wajah politik yang lebih humanis sekaligus mendekatkan lembaga perwakilan daerah kepada masyarakat.

“Terima kasih sudah diundang dalam kegiatan kali ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa DPD RI itu sangat humanis politiknya. Apalagi ini momentum ulang tahun ke-22 DPD RI. Kita bicara bagaimana penguatan daerah, salah satunya melalui ruang-ruang humanis yang dibangun oleh para anggota DPD RI,” tuturnya.

Memasuki usia ke-22 tahun, Ning Lia berharap DPD RI terus meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan agar semakin optimal dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi masyarakat di berbagai daerah.

Menurutnya, keberadaan DPD RI perlu terus disosialisasikan secara luas agar masyarakat memahami peran, fungsi, dan kewenangan lembaga perwakilan daerah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui bagaimana aspirasi daerah dapat disalurkan dan diperjuangkan melalui jalur kelembagaan.

Ning Lia juga menyoroti pentingnya mengenalkan dunia politik kepada generasi muda. Ia berharap anak-anak muda memiliki ruang yang cukup untuk memahami proses demokrasi dan melihat politik sebagai salah satu sarana pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap dinamika politik. Sebaliknya, mereka perlu didorong untuk berani menyampaikan gagasan, memahami persoalan di daerah masing-masing, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Bahkan, Ning Lia berharap semakin banyak anak muda yang berani terjun langsung ke dunia politik, termasuk mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI pada masa mendatang.

“Kita berharap DPD RI semakin memiliki kinerja yang semakin bagus karena kita berbicara tentang kepentingan daerah. Semoga kita juga bisa terus menyosialisasikan DPD RI kepada masyarakat, sehingga ke depan anak-anak muda tidak apatis terhadap politik, bahkan mereka bisa ikut maju sebagai anggota DPD RI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan demokrasi.

Kehadiran anak muda dengan perspektif, kreativitas, dan gagasan baru diharapkan mampu memperkaya proses pengambilan keputusan serta menghadirkan solusi yang lebih relevan terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Menurutnya, partisipasi politik tidak semata-mata diwujudkan melalui pencalonan dalam pemilihan umum. Keterlibatan dalam kegiatan sosial, penyampaian aspirasi, pengawasan kebijakan publik, hingga kepedulian terhadap persoalan lingkungan sekitar juga merupakan bagian dari pendidikan demokrasi yang perlu diperkuat.

Dengan pendekatan tersebut, politik diharapkan tidak lagi dipandang sebagai ruang eksklusif yang jauh dari kehidupan masyarakat. Sebaliknya, politik harus menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan bersama, memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat, serta mendorong pembangunan daerah yang lebih baik.

Melalui momentum HUT ke-22 DPD RI, Ning Lia berharap lembaga perwakilan daerah semakin dekat dengan masyarakat, mampu meningkatkan kinerja, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.(Red)

Editor :