zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Lewat Sketsa Komedi, Bandilan 14 Ajak Generasi Muda Merawat Bahasa Suroboyoan

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa SURABAYA – Berangkat dari kepedulian terhadap kelestarian bahasa Suroboyoan, Bandilan 14 hadir melalui sketsa komedi perkotaan yang ditayangkan di kanal YouTube Cak Suro. Program ini tidak hanya menawarkan hiburan segar, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjaga bahasa khas Surabaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Penggagas Bandilan 14 mengatakan, ide pembuatan sketsa komedi tersebut berawal dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa Suroboyoan di kalangan anak muda.

Menurutnya, bahasa Suroboyoan merupakan bagian dari identitas dan budaya lisan masyarakat Surabaya yang perlu dijaga keberlangsungannya. Karena itu, diperlukan cara kreatif agar bahasa khas Kota Pahlawan tersebut tetap menarik bagi generasi sekarang.

“Jangan sampai bahasa Suroboyoan ini hilang. Sekarang, anak-anak muda ketika berbicara bahasa Surabaya terkadang sudah tidak lagi menggunakan bahasa yang benar-benar khas Surabaya. Dari pemikiran itulah, kami bersama Bandilan 14 membuat sketsa komedi perkotaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini sejumlah konten komedi di YouTube banyak mengangkat kehidupan masyarakat pedesaan. Melalui Bandilan 14, pihaknya ingin menghadirkan warna berbeda dengan mengangkat kehidupan masyarakat perkotaan, khususnya dengan penggunaan bahasa dan karakter yang lekat dengan keseharian warga Surabaya.

Hingga saat ini, Bandilan 14 telah menayangkan lima episode dan memasuki episode keenam. Konten tersebut dijadwalkan hadir setiap Jumat pukul 15.00 WIB di kanal YouTube Cak Suro

Respons masyarakat terhadap program tersebut dinilai cukup positif. Menurut penggagasnya, setiap video yang diunggah mampu meraih hampir 5.000 penonton atau lebih.

Capaian tersebut menjadi dorongan bagi tim untuk terus mengembangkan konten komedi yang menghibur sekaligus membawa pesan pelestarian budaya lokal.

Komedi sebagai Hiburan Lintas Generasi

Pemilihan genre komedi bukan tanpa alasan. Komedi dinilai memiliki daya jangkau luas karena dapat dinikmati berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, tanpa memandang latar belakang sosial.

“Komedi itu energi. Penontonnya bisa menyeluruh, baik dari berbagai kelompok umur maupun tingkat sosial. Harapan kami, kehadiran Bandilan 14 di kanal Cak Suro bisa memberikan warna dan menjadi hiburan segar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap, tayangan tersebut dapat menghadirkan suasana gembira bagi penonton. Menurutnya, hiburan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, terutama ketika aktivitas sehari-hari dipenuhi berbagai persoalan.

Melalui cerita ringan dan karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Bandilan 14 berusaha menyuguhkan komedi yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga menghadirkan gambaran sosial masyarakat perkotaan.

Menghadirkan Beragam Karakter Khas Perkotaan

Salah satu daya tarik Bandilan 14 terletak pada keberagaman karakter yang ditampilkan. Setiap tokoh memiliki kepribadian dan perilaku berbeda yang menjadi sumber humor sekaligus menyampaikan sindiran sosial.

Salah satunya adalah karakter Satir, sosok orang tua yang masih berperilaku seperti anak muda. Ia digambarkan gemar mengejar-ngejar perempuan, termasuk tokoh perempuan bernama Seni yang dikejar oleh Mbak Tok.

Ada pula karakter Mia, yang menggambarkan sosok masyarakat perkotaan yang gemar ikut campur atau nimbrung dalam berbagai persoalan. Karakter ini didukung oleh kehadiran Nindi yang turut meramaikan dinamika cerita.

Selain itu, terdapat karakter laki-laki yang digambarkan memiliki kebiasaan bergosip, membicarakan persoalan orang lain, dan berperilaku yang menjadi bahan satire dalam cerita.

Bandilan 14 juga menghadirkan Vanka, tokoh mahasiswa yang digambarkan berwibawa dan tenang. Kehadirannya menjadi kontras dengan karakter-karakter lain yang cenderung ramai dan penuh tingkah.

Sementara itu, Amel menjadi representasi generasi anak-anak yang mulai beranjak dewasa. Di usia sekitar sebelas tahun, karakter ini digambarkan dekat dengan tren yang berkembang di media sosial.

Karakter lainnya adalah Mbak Lana, sosok perempuan berusia paruh baya yang kerap membuat persoalan sederhana menjadi semakin rumit. Kehadirannya menambah dinamika konflik sekaligus menghadirkan situasi komedi dalam setiap cerita.

Berbagai karakter tersebut dirancang untuk merepresentasikan keragaman perilaku masyarakat perkotaan. Melalui pendekatan satire dan humor, penonton diajak melihat berbagai fenomena sosial dari sudut pandang yang lebih ringan.

Cak Suro Menjadi Penggerak Program

Kehadiran Cak Suro menjadi bagian penting dalam pengembangan Bandilan 14. Dengan pengalaman dan kiprahnya, Cak Suro diharapkan mampu mendorong program tersebut semakin dikenal masyarakat.

Penggagas Bandilan 14 berharap, konten ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ruang kreatif untuk memperkenalkan bahasa Suroboyoan kepada generasi muda.

Lebih dari sekadar tontonan komedi, Bandilan 14 diharapkan menjadi sarana untuk merawat budaya lisan Surabaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Melalui cerita perkotaan, karakter yang beragam, serta penggunaan bahasa khas Surabaya, Bandilan 14 mencoba membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Harapannya, masyarakat tidak hanya terhibur ketika menonton, tetapi juga semakin akrab dengan bahasa Suroboyoan sebagai bagian dari identitas budaya Kota Pahlawan.(Red)

Editor :