zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Ditreskrimum Polda Jatim Bersama Kabid Humas Gelar Ungkap 320 Kasus Kejahatan 3C Selama Bulan Juni 2026

avatar zonaperistiwa.com
  • URL berhasil dicopy

‎‎Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 195 kasus kejahatan 3C (pencurian dengan pemberatan/curat, pencurian dengan kekerasan/curas, dan pencurian kendaraan bermotor/curanmor) sepanjang Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan bulan Mei 2026 yang mencatat 302 kasus yang berhasil Diungkap

‎‎Sedangkan dalam konferensi pers, Wakil Direktur Reskrimum Polda Jawa Timur menyampaikan bahwa peningkatan pengungkapan tersebut merupakan hasil Kerja keras seluruh jajaran Ditreskrimum dan Polres jajaran di bawah arahan Kapolda Jawa Timur untuk terus menekan angka kejahatan jalanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

‎‎"Masih Dirreskrimum melalui Kasubdit AkBP Abaridi Jumhur menyampaikan bahwa Selama bulan Juni kami terus menjalankan arahan Bapak Kapolda Jawa Timur agar pengungkapan kasus 3C ditingkatkan. Alhamdulillah, hasilnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya," ujarnya.

‎‎Sementara dari total pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan 222 tersangka. Rinciannya meliputi 105 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 25 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), dan 66 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berhasil diungkap di Berbagai Polres wilayah Jawa Timur.

‎‎Adapun beberapa satuan wilayah yang menonjol dalam pengungkapan kasus di antaranya Polrestabes Surabaya, Polresta Blitar , dan Polres Nganjuk.

‎‎"  Imbunya Menerangkan bahwa 
Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan korban seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Sementara Polres Blitar Kota membongkar kasus pencurian dengan pemberatan yang menyasar gerai minimarket. Adapun Polres Nganjuk berhasil mengungkap jaringan pencurian yang beraksi di sembilan tempat kejadian perkara (TKP)." Tegas AKBP Jumhur

‎‎Sementara dalam kesempatan tersebut, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Abaridi Jumhur mengungkapkan bahwa para pelaku curanmor kini menggunakan modus operandi baru dan  Mereka tidak lagi merusak rumah kunci atau kunci kontak sepeda motor di lokasi kejadian, melainkan langsung mengangkat kendaraan menggunakan mobil minibus atau kendaraan roda empat (R4).

‎‎" Menambahkan ia mengatakan bahwa Modus operandi pelaku sekarang tidak lagi merusak sistem kunci kendaraan. Mereka langsung mengangkat sepeda motor menggunakan minibus. Rata-rata pelaku beraksi secara berkelompok, sekitar empat orang dalam satu tim," ungkap Kasubdit III Jatanras 

‎‎Sedangkan pada waktu itu, Wakil Direktur Reskrimum Polda Jatim menjelaskan bahwa pihaknya bersama seluruh Polresta dan Polres jajaran Polda Jawa Timur ,  telah memetakan titik-titik rawan kejahatan curanmor Namun demikian, para pelaku memiliki mobilitas tinggi dengan berpindah-pindah lokasi sehingga pola kejahatan terus Berkembang dan banyak titik rawan

‎‎"Lanjutnya menjelaskan bahwa titik-titik rawan sudah kami petakan di masing-masing wilayah Polresta maupun Polres. Namun para pelaku selalu berpindah-pindah tempat dan modus yang digunakan terus berkembang, termasuk memanfaatkan kendaraan roda empat sebagai sarana melakukan pencurian," Ucap AKBP Jumhur

‎‎Untuk mengantisipasi maraknya curanmor, Polda Jawa Timur mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan. Imbauan tersebut juga telah diteruskan kepada seluruh jajaran Reskrim agar secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan patroli di kawasan yang dinilai rawan.

‎‎Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan 3C melalui patroli, penyelidikan, dan pengembangan jaringan pelaku hingga tuntas. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Jawa Timur" Tutupnya

‎
‎Willy.K

Editor :