Zonaperistiwa Surabaya, 20 Maret 2024 – Di tengah ketidakpastian global yang berlanjut, perekonomian Jawa Timur menunjukkan ketahanan yang solid dengan pertumbuhan sebesar 4,93% (yoy) pada tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi swasta dan investasi yang signifikan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa ketahanan ekonomi Jawa Timur menjadi modal penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. “Solidnya perekonomian Jawa Timur menjadi bekal menuju Indonesia Emas 2045 mendatang, sehingga perlu didorong terutama dalam mengantisipasi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks,” jelasnya dalam pembukaan acara Jatim Talk, Rabu (20/3).
Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur ini mengusung tema “Meningkatkan Produktivitas serta Inovasi untuk Mengakselerasi Perekonomian Jawa Timur yang Unggul, Inklusif, dan Berkelanjutan.”
Sinergi Menuju Ekonomi Jawa Timur yang Lebih Kuat
Jatim Talk merupakan bagian dari Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur 2024 sekaligus rangkaian menuju East Java Economic Forum (EJAVEC) 2025 yang akan diselenggarakan pada Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai potensi produktivitas dan inovasi di sektor unggulan serta merumuskan rekomendasi strategis yang implementatif bagi ketahanan ekonomi Jawa Timur.
“Mempertimbangkan pentingnya peran Jawa Timur bagi perekonomian nasional, perlu dirumuskan strategi kebijakan yang dapat mengoptimalkan kinerja sektor unggulan di daerah ini,” ujar Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Seminar ini menghadirkan berbagai pakar sebagai narasumber, di antaranya:
Prof. Ari Kuncoro (Guru Besar FEB Universitas Indonesia)
Andhika P. Herlambang (Sekretaris Bappeda Provinsi Jawa Timur)
Fajar Hadi Pratama (Perencana Ahli Kementerian PPN/Bappenas)
M. Noor Nugroho (Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur)
Diskusi ini dipandu oleh M. Barik Bathaluddin, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, dan dihadiri oleh perwakilan diplomatik negara sahabat, instansi pemerintahan, perbankan, akademisi, pelaku usaha, dan media massa.
Arah Kebijakan dan Strategi Masa Depan
Dalam pemaparannya, Fajar Hadi Pratama menekankan pentingnya langkah transformatif untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 di tengah ketegangan politik global. Ia menyebutkan bahwa investasi swasta menjadi kunci akselerasi pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penguatan iklim bisnis dan pemberian insentif untuk sektor unggulan daerah.
Sementara itu, Prof. Ari Kuncoro menyoroti perlunya transformasi ekonomi guna mendiversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki strategi komprehensif melalui program Nawa Bhakti Satya yang meliputi berbagai sektor seperti kesejahteraan sosial, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
M. Noor Nugroho menyampaikan optimisme terhadap perekonomian Jawa Timur di tahun 2025 yang diperkirakan akan membaik, didukung oleh permintaan domestik dan eksternal serta inflasi yang terkendali dalam kisaran target nasional. Ia menegaskan perlunya percepatan implementasi bauran kebijakan terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi menuju perekonomian yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Strategis untuk Jawa Timur
Bank Indonesia memberikan empat rekomendasi utama untuk menjaga soliditas perekonomian Jawa Timur:
1. Penguatan dan Industrialisasi Sektor Unggulan
2. Pengembangan Sumber Pertumbuhan Baru, termasuk hilirisasi produk kimia, migas, tembaga, dan pengembangan industri pariwisata
3. Peningkatan Integrasi Antar Moda Transportasi
4. Pembangunan Berbasis Kawasan
Dalam sambutannya, Prof. Soni Harsono mendorong kontribusi dari kalangan akademisi untuk menawarkan solusi konkret terhadap tantangan ekonomi Jawa Timur, salah satunya melalui karya tulis ilmiah di EJAVEC 2025.
Dengan kolaborasi berbagai pihak dan akselerasi kebijakan strategis, diharapkan perekonomian Jawa Timur terus tumbuh secara berkelanjutan dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa