Kanwil Kemenkumham Jatim Gelar Bimtek Pemasyarakatan,Produk Karya WBP

Zonaperistiwa SURABAYA – Untuk meningkatkan kemampuan produktivitas warga binaan pemasyarakatan, hari ini (20/05) Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis Pemasyarakatan mengenai Kegiatan Kerja dan Produksi dalam Pemasaran Produk Karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Acara yang berlangsung di Hotel Wyndam Surabaya tersebut dihadiri oleh Kepala Divisi Administrasi, Pejabat Struktural Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur serta perwakilan dari seluruh Lapas dan Rutan se-Jawa Timur.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono, diwakili oleh Kepala Divisi Administrasi, Saefur Rochim, membuka kegiatan ini secara resmi. Dalam sambutannya, Saefur Rochim menyampaikan harapannya bahwa melalui bimbingan teknis ini, produk karya WBP akan semakin baik dan dikenal oleh masyarakat luas, serta memberikan bekal yang berharga bagi warga binaan.

"Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap produk karya WBP semakin berkualitas dan dikenal oleh masyarakat luas. Ini akan memberikan bekal yang berharga bagi warga binaan untuk masa depan mereka," ujar Rochim.

Pria asal Tuban tersebut juga menuturkan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk mencegah narapidana melakukan tindak pidana lagi dan menjadi pribadi yang lebih baik soalnya masih banyak narapidana yang setelah menjalani hukuman kembali melakukan tindak pidana yang sama.

“Pembinaan ini bukan hanya sekedar mengisi waktu luang, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan, intelektual, sikap dan perilaku, profesionalisme, serta kesehatan jasmani dan rohani narapidana, baik di dalam maupun di luar lapas dan rutan," lanjutnya.

Rochim juga menyampaikan, jika seluruh narapidana di Jawa Timur yang berjumlah 20.955 orang tersebut produktif, maka potensi industri di Lapas dan Rutan dapat lebih berkembang. Saat ini, hanya 12 Lapas/Rutan yang berpotensi industri dan hanya 4 UPT yang terdaftar di e-Katalog.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya 14 Lapas dan Rutan yang berpotensi industri, tetapi seluruh Lapas di Jawa Timur bisa menjadi Lapas produksi dan terdaftar di e-Katalog, sehingga kegiatan pengadaan dapat dipesan dari Lapas yang ada di Jawa Timur," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Rochim berharap agar warga binaan yang nantinya keluar dari Lapas dan kembali ke masyarakat memiliki bekal untuk melanjutkan hidup yang lebih baik dan bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

"Diharapkan, saat mereka keluar dari Lapas, mereka sudah memiliki bekal yang cukup untuk hidup lebih baik dan bermanfaat," tutupnya.(red)

Editor : zonaperistiwa