Mudipat Raih Silver Medal di Bangkok

Zonaperistiwa SURABAYA - Prestasi gemilang diraih oleh 5 siswa SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) di ajang internasional Intellectual Invention, Innovation and Technology Exposition 2024 in Thailand Inventor's Day.

Menyisihkan 3000 peserta dari 30 negara peserta diantaranya, Thailand, Indonesia, Korea, China, Taiwan, Macao, Hongkong, Malaysia, Laos, Vietnam, Pakistan, Kroasia, Saudi Arabia, Rusia, Romania, Iran, Singapore, India, UK, Mesir, Jepang, Filipina, Kanada, dan Sudan, 5 siswa kelas 4 ini berhasil meraih Silver Medal.

Dikutip dari Beritabangsa.idBeritabangsa.id Acara yang diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT), Ministry of Higher Education, Science, Research and Innovation pada 2-6 Februari 2024 di Event Hall 100-102, Bangkok ini merupakan event umum dan dari semua kalangan ( pelajar, mahasiswa dan perusahaan).

Indonesia sendiri ada 2 peserta yakni dari Pertamina dan SD Muhammadiyah 4.

Sedangkan karya 5 siswa SD ini adalah Arture Shoes. Alat ini berupa sepatu pintar untuk mendeteksi si pemakai jika jatuh saat di jalan.

Sistem operasionalnya adalah dengan mengaktifkan alat yang dirancang 5 siswa ini hingga mengeluarkan bunyi "bip" 2 kali.

"Saat si pemakai jatuh, maka alat ini akan berbunyi dan secara otomatis aplikasi bawaan yang sudah diinstal akan mendeteksi lokasi jatuhnya di mana," jelas Iswara Muhammad Krisna, kelas 4B yang merupakan ketua kelompok.

Edy Susanto, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4, Surabaya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kelima siswa ini yang telah mengharumkan nama sekolah.

"Ini merupakan hal yang luar biasa, karena mereka ini baru kali pertama ikut lomba dan lawannya ini secara umum sudah dewasa dan dari berbagai negara, jadi kami merasa bangga dengan prestasi anak-anak kami ini," tuturnya saat dikonfirmasi Beritabangsa.id.

Untuk selanjutnya, menurut Edy, karya dari siswa ini nantinya akan di komersilkan dan akan dipatenkan.

"Bila perlu nanti kita akan usulkan dan kembangkan, artinya biar didukung oleh pemerintah untuk produksi massal," papar Edy.

Endik Setiawan, Guru pembimbing bidang robobotik menyampaikan, proses pembuatan dan perakitan alat ini termasuk membuat aplikasinya membutuhkan waktu 2 bulan.

"Alhamdulillah, anak-anak kami ini bisa meraih Silver Medal atas kerja keras mereka," ucapnya.

Endik menyebut, untuk sementara sepatu pintar ini bisa menopang berat maksimal 60kg dan untuk aplikasinya sendiri akan dikembangkan dengan Google Map.

"Karena sepatu pintar dirancang untuk manula, namun secara umum semua orang bisa memakainya, cuma dengan bobot tidak lebih dari 60kg," tambah Endik.

Adapun kelima siswa tersebut adalah, Iswara Muhammad Krisna, kelas 4B, Rayyan Alkhalifi Bayuandra, kelas 4H, Arya Alvarazia Rizqi Alamsyah, 4I, Satria Wikrama Janitra Aryasatya, 4B dan Aditya Arya Maulana Irawan, kelas 4D.(red)

Editor : zonaperistiwa