Aksi ASB (Arek Suroboyo Bergerak) Bersama Para Beberapa Organ Kebangsaan Menolak Radikalisme

avatar Zona Peristiwa

Zona Peristiwa - Surabaya - Berbicara Radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan Sosial dan Politik dengan cara kekerasan dan condong gerakan ini mengarah ke Terorisme, hal itu tidak dibenarkan dalam tatahan Pemerintahan di Indonesia yang nota bene menganut ideologi Pancasila dan menghindari segala macam bentuk kekerasan, Intoleran dan sebagainya.

Radikalisme dan Terorisme dapat menimbulkan dampak buruk bagi Indonesia, antara lain terjadinya teror dan kekerasan yang menimbulkan keresahan bahkan ketakutan dalam Masyarakat, bisa juga menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal, tindakan Radikal sama sekali tidak diharapkan oleh Masyarakat Indonesia, kerena memiliki tujuan yang sewenang-wenang tanpa mempedulikan hak orang lain.

Sedari itu pada hari Jum'at (02/11/2022) sekitar pukul 09.00 Wib dan bertempat di depan gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kec. Genteng Kota Surabaya, ASB (Arek Suroboyo Bergerak) bersama beberapa Organ Kebangsaan melakukan aksi damai menolak keras gerakan Radikalisme, Intoleran dan Politik Identitas yang berpotensi merusak kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Massa melakukan aksinya dengan membentangkan banner yang dipasang pada mobil komando dan bertuliskan Menolak keras gerakan 212 dan Paham Radikalisme, Intoleransi dan Politik Identitas. Aksi damai ini diikuti oleh berbagai Organ Kebangsaan, Budaya dan Masyarakat dengan masing masing :

1. ASB (Arek Suroboyo Bergerak)2. DPC KOMBATAN (Komunitas Banteng Nusantara) Surabaya3. BEJO (bela jokowi Jawa Timur)4. A3 Eksis5. Pemuda Flores Bersatu6. Perkumpulan Pemuda NTT Bersatu dan7. BMI (Brigade Manguni Indonesia)

Dengan melakukan 3 (tiga) Pernyataan sikap bersama yang berbunyi, "Kami Arek Suroboyo bertekat dan bersumpah bahwasan'nya :

1. Taat dan menjunjung tinggi PANCASILA, sebagai dasar Negara dan menjaga MERAH PUTIH tetap berkibar sebagai satu satunya Bendera Negara Republik Indonesia.

2. Menolak Politik Indentitas, Intoleran, dan Radikalisme.

3. Merawat dan Melestarikan budaya Nusantara Dan selalu menjaga Kebhinekaan yang ada di Masyarakat sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Sementara itu aksi massa ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian, untuk menghindari akan terjadinya penyusupan dari kelompok kelompok yang tidak senang dan terjadi bentrok antara kedua kubu, dan Alhamdulliah serta Puji Tuhan aksi ini pun berjalan tertib, lancar dan damai seperti yang diharapkan bersama.

Dalam kesempatan itu Ketum (ketua umum) ASB (Arek Suroboyo Bergerak) Diana Rosiana Samar mengungkapkan, "aksi damai ini di lakukan sebagai bentuk kecintaannya terhadap NKRI, agar tetap utuh dan menjunjung tinggi Kebinekaan dan Perbedaan namun tetap satu Indonesia, karena perbedaan itu indah, "ungkapnya.

Melanjut ia (Diana red) menyampaikan, "penolakanya terhadap segala bentuk Paham Radikalisme dan Intoleransi yang berpotensi merusak sendi sendi kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Kebhinekaan.Kami ingin Pancasila dan UUD 1945 itu selalu menjadi pegangan bagi Masyarakat dan Bangsa Indonesia, tak terkecuali untuk warga kota Surabaya, agar tidak terjebak pada ideologi dan paham yang Radikal, sehingga perbedaan yang ada tetep bisa berjalan dengan damai dan tidak terpecah pecah, "ujarnya.

Menurut pantauan jurnalis media ini pada saat aksi terpantau sang ketua Kombatan (Komunitas Banteng Nusantara) dan sebagai Korlap (kordinator lapangan) Rudi Gaol yang memberikan statement pembukaan di atas mobil komando, "Bahwa Suroboyo menolak keras semua bentuk Radikalisme yang berpotensi merusak Kebhinekaan dan mencabik cabik persatuan dan kesatuan diantara sesama anak Bangsa, kita buktikan saat ini bahwa Suroboyo masih ada dan ada kita para pemuda lintas suku, lintas agama yang berkumpul di sini dalam satu tekat bersama untuk menolak dengan tegas segala bentuk paham Radikalisme dan Intoleransi di Kota Pahlawan tercinta ini, "pungkasnya dengan berapi api dan penuh semangat yang bergelora serta penuh dengan keyakinan.

Masih dalam pantauan jurnalis media ini hadir pula pada saat itu mantan juara petinju Nasional Anis Roga sebagai perwakilan dari pemuda lintas suku, juga menegaskan bahwa, "Radikalisme seringkali menjadi Embrio gerakan Terorisme, selain itu juga bisa menjadi penyebab terjadinya kekacauan dalam kehidupan dalam Berbangsa dan Bernegara di kota Pahlawan tercinta ini, "tegasnya.

Melanjutkan sang mantan juara petinju Nasional ini, "Surabaya ini merupakan Barometer Jawa Timur Jika Surabaya sudah di susupi oleh gerakan gerakan yang anti Kebinekaan maka situasi Cheos yang tidak kita inginkan bersama tidak menutup kemungkinan, akan terjadi secara Nasional sehingga kita harus terus lakukan antisipasi. Peran berbagai Elemen Masyarakat sangat penting untuk bersama sama saling menjaga agar Surabaya tetap kondusif dan aman serta terhindar dari paham Radikalisme dan itu bisa kita mulai dari diri kita sendiri, dan lingkungan di sekitar kita, dengan mengajak pada kegiatan yang positif dan saling menghargai antara sesama anak bangsa, ujarnya.

Kegiatan aksi damai ini berakhir sesuai rencan yang sebelum Sholat Jum'at berlagsung dan di akhiri dengan Jumat berkah, sebagai Korlap (Kordinator Lapangan) dan ketua DPC Kombatan (Komunitas Banteng Nusantara) Rudi gaul yang berdampingan bersama dengan Ketum (Ketua Umum) ASB (Arek Suroboyo Bergerak) Diana Rosiana Samar beserta para pemuda lintas suku yang ada di Surabaya melaksanakan berbagi kasih dengan para pengguna jalan dengan membagikan nasi kotak dan air mineral.

#tolakpolitikidentitas,intoleran,danradikalisme Merdekaaa....

(Jack'zoper)

Editor : zonaperistiwa