zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Bursa Ketua PCNU Sidoarjo, Nama dr. Hidayatullah Muncul dengan Latar Pendidikan dan Kesehatan

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa SIDOARJO, – Menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XXII PCNU Sidoarjo, bursa Ketua Tanfidziyah mulai mengemuka. Salah satu nama yang muncul dalam pemberitaan adalah dr. Hidayatullah, Sp.N., Rektor Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo.

Media lokal _Liputan Sidoarjo_ menyebut Hidayatullah sebagai salah satu figur yang diperbincangkan untuk kepemimpinan mendatang. Sejumlah nama lain yang juga diberitakan antara lain KH Zainal Abidin, H. Suwarno HB, H. Sugiono Al-Hafidz, dan H. Usman Balok. Seluruh nama tersebut masih berada pada tahap bursa dan pemberitaan, bukan daftar calon resmi yang telah ditetapkan oleh panitia Konfercab.

Di tengah pembicaraan tersebut, rekam jejak pengabdian Hidayatullah dapat ditelusuri melalui kiprahnya di organisasi, dunia pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Hidayatullah pernah memimpin Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo. Arsip NU Online mengenai pelantikan kepengurusan awal mencatatnya sebagai ketua pertama ISNU di kabupaten ini.

Saat itu, ia mengemukakan rencana pendidikan kesehatan bagi pesantren, badan otonom, madrasah, dan sekolah NU, serta pembentukan koordinator kecamatan untuk memperluas jaringan organisasi sarjana.

Pada masa kepemimpinannya, ISNU Sidoarjo juga menyelenggarakan pelatihan penganggaran yang berpihak kepada masyarakat miskin bagi sekitar 30 kepala desa. Kegiatan tersebut membahas perencanaan pembangunan, pengelolaan anggaran, dan penyusunan dokumen pemerintahan desa yang diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat dan pengurangan kemiskinan.

Di tingkat wilayah, Hidayatullah pernah memimpin Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Timur. Ketika pandemi COVID-19, ia menginisiasi pembentukan relawan pemulasaraan jenazah dengan melibatkan lembaga, badan otonom, dan rumah sakit NU, dengan memperhatikan ketentuan medis dan tuntunan agama.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas COVID-19 PWNU Jawa Timur, ia juga menyampaikan program bantuan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri serta beasiswa bagi anak-anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi.

Pengalaman pengelolaan lembaga kesehatan dijalaninya melalui RSI Siti Hajar Sidoarjo. Saat menjabat direktur, rumah sakit tersebut meluncurkan aplikasi pendaftaran daring Porsi RSI Siti Hajar yang dirancang untuk memudahkan pasien memperoleh nomor antrean serta memilih dokter dan waktu pelayanan melalui telepon seluler.

Pada masa kepemimpinannya, RSI Siti Hajar juga meraih juara pertama dalam ajang PERSI Award 2018. Publikasi rumah sakit menjelaskan bahwa karya yang diikutsertakan mengkaji hubungan kegiatan kemasyarakatan dengan citra, merek, dan loyalitas terhadap rumah sakit, yang merupakan capaian bersama tim dan manajemen.

Selain memimpin UMAHA, Hidayatullah juga mendapat amanah sebagai Ketua Koordinator Wilayah Jawa Timur Konsultan Hukum Kesehatan dan Advokasi Rumah Sakit Seluruh Indonesia (KOHKARSSI) masa bakti 2026–2031.

Dalam forum pelantikannya, ia menekankan pentingnya edukasi hukum kesehatan, pencegahan persoalan hukum, serta pendampingan melalui kerja sama lintas profesi, termasuk penguatan tata kelola rumah sakit dan perlindungan masyarakat sebagai penerima layanan.

Rentang pengalaman di bidang organisasi, pendidikan, dan kesehatan tersebut menjadi latar belakang ketika nama dr. Hidayatullah disebut dalam bursa menjelang Konfercab PCNU Sidoarjo.(Red)

Editor :