Zonaperistiwa Surabaya -Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika–Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI) Surabaya membuka pintu seluas-luasnya bagi dunia pendidikan melalui program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kali ini, LRPPN-BI Surabaya sukses menjadi tempat belajar praktis bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dalam mendalami sistem rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika.
Kepala LRPPN-BI Surabaya, Siswanto, mengungkapkan bahwa penerimaan mahasiswa magang ini merupakan wujud nyata dukungan lembaganya terhadap dunia pendidikan. Program yang dirancang fleksibel selama kurang lebih satu setengah bulan ini disesuaikan dengan kebutuhan akademik dan tujuan pembelajaran mahasiswa tanpa memberikan beban tugas yang berlebihan.
"Kami tidak membebani mahasiswa dengan tugas-tugas khusus. Yang terpenting mereka datang, belajar, dan mendapatkan pengalaman sesuai kebutuhan. Kami juga pernah menjadi mahasiswa, sehingga memahami bahwa mereka sudah memiliki tugas dari kampus," ujar Siswanto.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai aspek krusial pengelolaan lembaga rehabilitasi. Mulai dari pola pemulihan, pendampingan konseling, asesmen, administrasi, hingga keterlibatan dalam agenda eksternal seperti kunjungan ke Badan Narkotika Nasional (BNN), rumah sakit, dan klinik mitra.
Kendati demikian, Siswanto tetap menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data serta privasi klien sesuai ketentuan lembaga.
Melalui program ini, Siswanto berharap para mahasiswa dapat ikut membantu mengubah pandangan keliru di tengah masyarakat yang kerap menyamakan tempat rehabilitasi dengan lembaga pemasyarakatan (lapas).
Ia ingin generasi muda melihat langsung bahwa fasilitas rehabilitasi berfokus pada proses pemulihan dan pendekatan kemanusiaan.
"Jangan sampai masyarakat menganggap tempat rehabilitasi sama seperti lapas atau penjara. Kami ingin mahasiswa melihat dan memahami langsung proses yang ada di sini, sekaligus menjadi agen edukasi bagi masyarakat luas," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa UINSA, Faizatu Zara, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya bisa menjalani masa magang di LRPPN-BI Surabaya.
Ia menilai sistem pembinaan di lembaga tersebut sangat terstruktur dan jauh dari kesan monoton.
"Alhamdulillah saya bangga bisa ditempatkan magang di tempat seperti ini. Penanganannya sudah sangat baik. Acaranya terlaksanakan dan terstruktur, dari pagi sampai malam ada kegiatan yang jelas, bukan seperti yang dibayangkan sebagian orang di luar sana bahwa residen hanya masuk tanpa tujuan," tutur Faizatu pada hari terakhir kegiatan magangnya.
Ia juga berharap LRPPN-BI Surabaya dapat terus maju, berkembang, dan semakin sukses dalam menjalankan misi pemulihannya, serta membuka jalan bagi mahasiswa dari kampus-kampus lain untuk menimba ilmu serupa di masa mendatang.
Selain UINSA, LRPPN-BI Surabaya juga tercatat telah menerima permohonan magang dari Universitas Dharma Cendekia. Hal ini membuktikan komitmen lembaga yang senantiasa terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajari manajemen, program pemulihan, dan metode penanganan penyalahgunaan narkotika secara profesional. (Red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa