Zonaperistiwa SURABAYA – Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Di tengah tantangan ekonomi, persoalan moralitas, dan perkembangan sosial, pemuda didorong tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi juga tampil sebagai pelopor melalui kreativitas, inovasi, dan gerakan nyata yang berpihak kepada masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan yang mengangkat tema “Mengaktualisasikan Marhaenisme dan Trisakti Bung Karno melalui Kreativitas, Inovasi, dan Idealisme Pemuda.
” Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Koordinator Gembira, Tsaqib Abdurrahman, menjelaskan bahwa nama Gembira terinspirasi dari semangat yang terkandung dalam lagu Bung Karno yang mengajak masyarakat untuk bergembira dan bersukaria.
Menurut Tsaqib, semangat tersebut relevan dengan kondisi saat ini, ketika masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial.
“Gembira ini kami jadikan akronim dari Generasi Muda Berbudaya, Berani Bersuara. Jadi, anak muda tidak hanya bergembira, tetapi juga harus memiliki budaya, keberanian menyampaikan aspirasi, dan kemauan untuk bergerak bersama,” ujar Tsaqib dalam wawancara bersama rekan-rekan media.
Ia menilai, salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama adalah persoalan moralitas, baik di kalangan generasi muda maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, menurutnya, pemuda perlu memperkuat karakter, menjunjung nilai-nilai budaya, serta berani menyuarakan gagasan secara bertanggung jawab demi mendorong perubahan yang lebih baik.
Selain persoalan moralitas, Tsaqib menyoroti pentingnya membangun kemandirian ekonomi generasi muda di Kota Surabaya.
Ia menyebutkan, banyak anak muda memiliki cita-cita untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjadi tenaga pendidik, maupun menekuni bidang lain. Namun, tidak sedikit yang masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses, jaringan, dan permodalan.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kerja sama dan semangat gotong royong agar generasi muda memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi mereka.
“Perekonomian di Surabaya harus dibangun secara gotong royong. Ada anak-anak muda yang ingin membangun UMKM, ada yang ingin menjadi guru, tetapi terkadang mereka terkendala akses, jaringan, dan permodalan. Ini yang harus kita carikan solusi bersama,” jelasnya.
Tsaqib menegaskan, gerakan Gembira tidak ingin berhenti pada pembahasan ideologi maupun teori. Sebaliknya, nilai-nilai perjuangan harus diwujudkan dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satunya melalui pengembangan UMKM yang dilakukan secara bersama-sama, mulai dari menghimpun dukungan, memperluas jaringan, hingga membantu membuka akses permodalan.
Ia juga menekankan bahwa gerakan perubahan seharusnya tumbuh dari masyarakat bawah, bukan hanya bergantung pada inisiatif dari kalangan elite.
“Intinya, hari ini kita berkumpul untuk mencoba bergerak. Gerakan itu tidak harus dimulai dari atas, tetapi bisa dimulai dari bawah. Sebab, banyak gerakan di Indonesia lahir dari kekuatan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tsaqib mengatakan bahwa Gembira terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai latar belakang yang masih memiliki cita-cita besar dan keinginan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi generasi muda bukan semata-mata karena mereka tidak tertarik terhadap politik atau bersikap apatis. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendekatan emosional serta belum optimalnya ruang untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi mereka.
“Pemuda hari ini bukan berarti tidak suka atau apatis terhadap politik. Bisa jadi mereka memiliki keinginan, tetapi aspirasi tersebut belum didengarkan dan difasilitasi dengan baik,” katanya.
Melalui Gembira, ia berharap generasi muda memiliki ruang untuk berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan mencari solusi bersama. Aspirasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan kolaboratif, Gembira ingin membangun keterlibatan pemuda dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.
Buleks Tekankan Pentingnya Menghidupkan Nilai Marhaenisme dan Trisakti
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks, menegaskan pentingnya mengaktualisasikan pemikiran Bung Karno dalam kehidupan generasi muda.
Melalui tema “Mengaktualisasikan Marhaenisme dan Trisakti Bung Karno melalui Kreativitas, Inovasi, dan Idealisme Pemuda,” ia mengajak anak muda untuk tidak sekadar mengenang pemikiran proklamator Indonesia tersebut, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan nyata.
Menurut Buleks, Marhaenisme mengajarkan keberpihakan kepada rakyat kecil serta perjuangan mewujudkan keadilan sosial. Sementara itu, Trisakti mengingatkan pentingnya membangun bangsa yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tetap relevan untuk menjadi landasan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Buleks menilai, kreativitas, inovasi, dan idealisme merupakan modal penting bagi pemuda untuk mengambil peran dalam pembangunan. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu melahirkan gagasan yang bermanfaat sekaligus menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa pemuda tidak hanya menjadi pewaris masa depan, tetapi turut menentukan arah perjalanan bangsa melalui kontribusi dan keberanian mengambil tindakan.
“Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah pelopor perubahan! Wujudkan semangat Bung Karno melalui karya, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat demi Indonesia yang mandiri, adil, dan bermartabat,” demikian pesan Buleks.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bustomi selaku Ketua Pemuda Demokrat Indonesia dan Febryan Kiswanto selaku Ketua Karang Taruna (Kartar) Surabaya.
Melalui kegiatan ini, semangat kolaborasi antarpemuda diharapkan semakin kuat. Gagasan tentang Marhaenisme dan Trisakti tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga menjadi inspirasi untuk membangun gerakan yang konkret, mulai dari penguatan karakter, pengembangan ekonomi kerakyatan, hingga keberanian menyampaikan aspirasi.
Dengan demikian, generasi muda Surabaya diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menjaga semangat perjuangan Bung Karno agar tetap hidup melalui karya dan tindakan nyata.(Red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa