Zonaperistiwa Surabaya - Sejumlah Kandidat di surabaya. Jika baliho ini bertujuan untuk cek ombak atau mengenalkan kandidat sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, seberapa efektifkah baliho ini?
Baliho yang bertebaran ini mulai dari Puan Maharani dengan Ganjar dan Erick Risma
Baliho ini ditemukan di sejumlah lokasi strategis di Surabaya.
Waktu Lalu Kota Surabaya Di Gegerkan Sejumlah baliho mulai bertebaran berisi gambar Ketua DPR RI Puan Maharani dengan Ganjar.
Hari ini Baliho Sejumlah Baliho Bergambar Erik dan Risma 2024 Ini menunjukkan masyarakat semakin berani pinter memilih kandidat.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdus Salam saat di hubgi tim redaksi zonaperistiwa.com melalui WhatsApp mengatakan memang hari ini musim menjodoh jodohkan paslon untuk cek ombak 2024.
Politik sekarang trendnya mulai terus berubah dari yang tertutup menuju terbuka, dari elitis ke grassroot, dari high context politics menuju low context politic yang lugas dan terus terang.
Inisiasi yg dilakukan perorangan dan relawan untuk menjodoh jodohkan paslon ke publik saya pikir itu ikhtiar positif karena kita berharap kontestasi 2024 bisa melibatkan publik secara luas lebih transparan dan tidak serba mendadak ujuk2 paslon datang tanpa ada kesempatan.
publik untuk tracking trackrecord, kapasitas, kapabilitas dan juga kompetensi.
Saya pikir munculnya spanduk2 dukungan pada capaslon tertuntu harus dibaca sebagai bentuk partisipasi publik agar para capaslon muncul lebih awal dan tidak mendadak yang potensial mengagetkan publik.
Saya pikir itu juga bagian dari cara mendewasakan dan meliterasi politik agar kita publik tidak disuguhi calon mendadak atau dalam bahasa saya mneghindari.
Publik memilih calon dalam karung yg tidak diketahui detailnya kaya apa. Ikhtiar untuk berani memunculkan capaslon berpasangan menurut saya positif untuk demikrasi kontestasi kita agar kian terbuka dan bisa melibatkan partisipasi publik lebih luas.
Panggung politik kita kian cair dan termediasa dalam banyak media yg jelas butuh ikhtiar ekstra untuk bisa mengenalkan diri kepada publik jauh jauh hari agar bisa menjangkau banyak.
Komunikasi politik juga akan menjadi kunci dalam politik mutakhir kita. Paslon memang harus lebih proaktif menjemput nasibnya agar popularitas, aseptabilitas dan elektabilitasnya bisa terdeteksi dan tidak perly malu malu karena era politik kita sudah berubah ... jangan malu malu tapi sesungguhnya mau malah itu sudah ga cocok di era politik kekinian.
Politik sekarang eranya politik komunitas menjangkau kelompok kelompok kecil masyarakat sehingga butuh energi besar dan waktu yg panjang utk ba nenjangkau voters kita. Harus lbh banyak turun krn menyapa dan menepuk bahu voters juga butuh waktu
Disingung soal apakah pantas Erick Tohir dan Risma layak jadi Calon pilres akan datang Kita tentu tdk bs membatasi dan memandang minor siapapun yg berani muncul malah kita hrs mengapresiasi keberanian itu sbg ikhtiar membuka politik transparansi tadi.
Menurut pendapat saya tdk ada pantas tdk pantas di tahun 2022 karena waktu masih panjang masih 2 tahun lagi sehingga sosialisasi menjadi kata kunci.
Say pikir tidak hanya kabinet, para kepala daerah juga punya kesempatan yg sama silahkan saja meramaikan kontestasi biar publik nanti yg menilai soal pantas tidak pantas layak tidak layak daripada mendapat paslon dadakan menurut say lebih gentle yg berani dimunculkan.ucapnya.
Saya berharap pemunculan para kandidat ini akan membawa dampak baik bagi keterbukaan kontestasi politik pilpres kita yg akan bs memperbaiki tahapan politik berikutnya yakni primary kandidasi, kemudian nominasi dan baru pemilihan.
Sekarang kita baru masuk ke pemunculan jadi hrs kita dorong munculnya banyak kandidat ke publik biar proses selanjutnya kian banyak pasangan dan bs diseleksi lbh baik dlm proses kandidasi dan nominasi baik oleh publik maupun oleh parpol agar politik kita kian terbuka tdk lagi memilih kandadiat serba mendadak dalam karung yg menurut sy tdk afdol utk edukasi politik warga.
Disisi lain dikutip dari selalu.id - Pemasangan sapnduk bergambar Erick Tohir-Tri Rismaharini mendapat perhatian putra sulung Menteri Soial Tri Rismaharini, Fuad Benardi. Menurut Fuad pemasang spanduk tersebut patut diapresiasi.
"Ya patut diapresiasi lah, kan mereka butuh tenaga dan materi untuk memasng itu," ujarnya.
Ketika dihubungkan dengan rencana pemilihan presiden tahun 2024, dengan tegas Fuad mengatakan bahwa keputusan tersebut mutlak di tangan partai dan enggan mengomentari soal pilpres.
"Semua keputusan ada di partai. Sebagai kader kita harus tunduk dan patuh pada partai," tegasnya.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa