Inilah Proyeksi & Stok BBM Menjelang Idul Fitri 1445 dan Arus Balik

Zonaperistiwa Surabaya - Menghadapi momen Arus Mudik dan Balik Idul Fitri 1445 Hijriyah Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM dan LPG dalam keadaan aman Sehingga masyarakat dapat menjalankan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri serta mengunjungi sanak keluarga dengan aman dan nyaman Kami menghimbau masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebih di awal karena pasokan energi kami pastikan selalu tersedia.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melakukan serangkaian proyeksi & kalkulasi terhadap konsumsi BBM pada masa ramadan hingga arus mudik dan balik dibandingkan dengan konsumsi normal pada Januari 2024 di Wilayah Jatimbalinus sebagai berikut.

Sektor transportasi - BBM jenis Gasoline (bensin) terdapat kenaikan konsumsi sebesar 11,8% dari rerata normal harian 18.225 kilo liter per hari Untuk Gasoil (diesel) turun sebesar -14,8% dari rerata normal harian 8.087 kilo liter per hari.

Konsumsi BBM Kereta Api (KAI), baik untuk kereta penumpang ataupun non-penumpang, diprediksi mengalami kenaikan sebesar 31% (menjadi 214 kL) dari rerata normal harian 163 kilo liter sedangkan untuk angkutan via laut naik sebesar 38% dari rerata normal harian 525 kilo liter.

Konsumsi Avtur untuk penerbangan naik sebesar 2,6% dari rerata normal harian 2.868 kilo liter seiring dengan frekuensi penerbangan yang meningkat dengan proyeksi peak penerbangan arus mudik pada tanggal 5 April konsumsi Avtur naik 15% dan Arus Balik 15 April konsumsinya naik 11%.

Sedangkan 2. Sektor domestik rumah tangga Kenaikan konsumsi LPG diprediksi meningkat sebesar 5,3% dari konsumsi normal harian 5.920 Metrik Ton per hari terdiri dari LPG 3kg naik sebesar 5% dari konsumsi normal 5.745 Metrik Ton per hari dan LPG Non Subsidi naik 12,6% dari konsumsi normal harian 175 Metrik Ton per hari.

Seluruh data tersebut di atas didasarkan pada konsumsi normal pada bulan Januari 2023.

Sementara Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus kami mewakili Pertamina melakukan kinerja ekstra dengan membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri mulai tanggal 25 Maret - 21 April 2024 yang akan memonitor secara ekstra untuk menjamin distribusi kesiapsiagaan seluruh lembaga penyalur baik BBM maupun LPG serta keadaan khusus / emergency lainnya yang dapat mengganggu kelancaran distribusi. 

Dalam mendukung kelancaran perjalanan selama periode Pertamina Siaga, kami menambah layanan berupa 100 Motorist Pertamina Delivery Service dan 15 Kantong BBM berbentuk Mobil Tanki (Mobile Storage) se-Jatimbalinus yang akan siaga pada titik-titik rawan kemacetan, bencana dan konsentrasi pemudik serta destinasi wisata utama di Jatimbalinus. Kedua layanan tersebut untuk memangkas jarak supply dan mendekatkan energi ke konsumen. 

Selain itu kami menambah 15 Kiosk Modular Dispenser (Dispenser BBM Portable) untuk titik Rest Area yang tidak memiliki SPBU dan ditempatkan dibeberapa SPBU existing guna memecah antrian./ Kami juga menambah jam operasional lembaga penyalur atau disebut dengan SPBU Siaga sebanyak 642 SPBU dengan jumlah 13 SPBU Reguler di Jalur Tol dan 629 SPBU di Jalur Non Tol dan 903 Agen LPG Siaga di Jalur Non Tol.

Khusus Jalur Tol, agar pemudik merasa nyaman dan membantu mengurangi resiko kecelakaan akibat faktor kelelahan, kami menyediakan 2 titik Serambi MyPertamina yang siap mengecek kondisi kesehatan pemudik, menyediakan tempat beristirahat sementara dengan aman dan nyaman dan terdapat ambulance siaga di KM 725 A dan 66 A. Di luar itu terdapat juga extra 3 titik Layanan kesehatan di SPBU KM 575 A, 792 B dan 84 B.

Himbauan menggunakan BBM Berkualitas

Masyarakat kami harapkan agar selama perjalanan tidak menemui kendala pada mesin kendaraan dapat melakukan pembelian bahan bakar berkualitas seperti Pertamax Series dan Dex Series\ 

Sebagaimana catatan kami untuk konsumsi pada momen RAFI tahun lalu peningkatan terjadi pada produk Pertamax meningkat total 9,5% dan Dex meningkat total 5,4% dibandingkan normal harian pada saat itu\ Hal ini membuktikan bahwa Pemudik sudah sadar akan penggunaan BBM Berkualitas untuk Perjalanan Jauh dan kami harapkan dapat diterapkan secara kontinyu menggunakan BBM sesuai spesifikasi oktan kendaraan pada konsumsi sehari-hari agar mesin terus terjaga.(red)

Editor : zonaperistiwa