Permata Bank Sasar Pelajar SMP di 24 Kota, Literasi Keuangan dan Keamanan Digital Jadi Fokus

Reporter : zonaperistiwa

Zonaperistiwa SURABAYA – Permata Bank kembali menghadirkan program Permata CERITA (Cinta dan Edukasi daRI kiTA) 2026 untuk memperkuat literasi keuangan dan kesadaran keamanan digital di kalangan generasi muda. Program tanggung jawab sosial di bawah naungan Permata Hati ini menyasar siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di 24 kota di Indonesia.

Mengusung tema “24 Tahun, 24 Kota, 1 CERITA”, program tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Permata Bank ke-24. Pelaksanaannya melibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers (EVO) Permata Bank yang mendampingi para siswa melalui pembelajaran praktis, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Hotel Neo+ Waru Sidoarjo Gelar Senam Kegel, Ajak Perempuan Peduli Kesehatan Reproduksi

Program ini berangkat dari pentingnya membangun kebiasaan finansial yang bijak sejak dini. Keputusan sederhana, seperti memilih untuk membeli sesuatu atau menyimpan uang jajan, dinilai menjadi langkah awal bagi remaja untuk belajar mengelola keuangan secara mandiri.

Seiring semakin dekatnya generasi muda dengan berbagai layanan dan transaksi digital, pemahaman mengenai pengelolaan uang juga perlu diimbangi dengan kemampuan memanfaatkan layanan digital secara bijak dan aman.

Literasi Keuangan Remaja Perlu Diperkuat

Pentingnya edukasi keuangan sejak dini turut tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Dalam survei tersebut, kelompok usia 15–17 tahun mencatat indeks literasi keuangan sebesar 56,04 persen.

Angka tersebut menunjukkan perlunya penguatan pemahaman keuangan bagi generasi muda agar mereka memiliki bekal yang memadai dalam mengelola uang, menentukan prioritas kebutuhan, serta mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab.

Selain literasi keuangan, keamanan dalam bertransaksi digital juga menjadi perhatian penting. Kemampuan mengenali risiko penipuan, menjaga kerahasiaan informasi pribadi, dan memahami langkah yang harus dilakukan ketika menemukan aktivitas mencurigakan menjadi bagian dari keterampilan yang perlu dimiliki remaja di era digital.

Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), terdapat 702.342 laporan penipuan yang diterima sepanjang 22 November 2024 hingga 30 September 2026. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 1.000 laporan per hari.

Kerugian masyarakat yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun. Sementara itu, dana korban yang berhasil diblokir tercatat sebesar Rp811,1 miliar hingga September 2026.

Baca juga: Demi Pendidikan Gratis, Jangan Biarkan Industri Tembakau Jadi Korban Kebijakan

Data tersebut mempertegas pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan digital, termasuk membekali generasi muda dengan pengetahuan agar mampu melindungi diri ketika menggunakan layanan keuangan digital.

Permata Bank Dorong Kebiasaan Finansial Sejak Dini

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan bahwa selama 24 tahun perjalanan perusahaan, kebutuhan masyarakat dan cara mengelola keuangan terus mengalami perkembangan.

Di tengah pesatnya transformasi digital, menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting yang perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan layanan keuangan, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara bijak.

“Selama 24 tahun, Permata Bank terus bertumbuh bersama masyarakat dan menyaksikan bagaimana kebutuhan serta cara masyarakat mengelola keuangan terus berkembang. Di tengah pesatnya transformasi digital, kami percaya bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting yang perlu ditanamkan sejak dini, agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan layanan keuangan, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan,” ujar Meliza.

Baca juga: Tradisi Mulia di Pantura Sampang, H. Moh Widjan Rutin Santuni 1.500 Anak Yatim Tiap Jumat Manis

Melalui Permata CERITA 2026, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.

Meliza berharap, kebiasaan kecil yang mulai dibangun sejak usia sekolah dapat menjadi fondasi bagi para siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang mandiri, bertanggung jawab, serta percaya diri dalam merencanakan masa depan finansial.

Melalui pelaksanaan program di 24 kota dengan dukungan ratusan relawan karyawan, Permata Bank berupaya mendorong tumbuhnya kesadaran finansial di kalangan pelajar.

Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai cara mengelola uang, tetapi juga membentuk perilaku yang lebih bijak dan aman dalam menghadapi perkembangan layanan digital.(Red)

Editor : Redaksi zonaperistiwa

Nasional
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru