PRINGSEWU, ZonaPeristiwa.com
Kontestasi Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Pekon Panutan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, mulai diwarnai dengan munculnya gagasan dan program pembangunan desa dari bakal calon kepala pekon.
Salah satu kandidat yang tercantum dalam materi sosialisasi pencalonan adalah HASDA, yang mengusung visi “Terwujudnya Desa yang Mandiri, Sejahtera, dan Berkeadilan.” Visi tersebut menitikberatkan pada penguatan ekonomi desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta pelestarian nilai sosial budaya dan gotong royong.
Berdasarkan poster yang beredar, HASDA mengajak masyarakat Pekon Panutan untuk menentukan pilihan secara cermat dengan mempertimbangkan rekam jejak, program kerja, serta komitmen terhadap masa depan pekon.
Lima Misi untuk Kemajuan Pekon Panutan
Dalam materi sosialisasinya, HASDA mencantumkan lima misi utama yang menjadi arah program apabila memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Pekon Panutan.
1. Mewujudkan desa mandiri
Misi pertama diarahkan pada peningkatan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta penggalian potensi lokal. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat sumber pendapatan asli desa dan mendorong kemandirian ekonomi tanpa selalu bergantung pada bantuan anggaran dari pemerintah.
2. Mewujudkan kesejahteraan warga
Peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam program yang ditawarkan. Poster tersebut memuat rencana peningkatan infrastruktur desa melalui pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan hasil pertanian, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Pekon Panutan.
Apabila diwujudkan melalui perencanaan dan penganggaran yang tepat, program tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
3. Mewujudkan pemerintahan yang berkeadilan
Dalam bidang tata kelola pemerintahan, HASDA mencantumkan komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada warga, menerapkan sistem pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan melalui musyawarah.
Prinsip tersebut menjadi penting agar kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Menguatkan sosial budaya dan gotong royong
Misi berikutnya adalah mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk kegiatan rukun tetangga, kegiatan dusun, karang taruna, serta aktivitas keagamaan.
Penguatan partisipasi masyarakat diharapkan dapat menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan mempertahankan budaya gotong royong sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Pekon Panutan.
5. Mewujudkan keamanan dan kenyamanan
HASDA juga mencantumkan penguatan keamanan dan kenyamanan lingkungan melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling yang melibatkan seluruh warga pekon.
Keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dinilai penting untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi kegiatan sosial maupun perekonomian warga.
Masyarakat Diharapkan Menilai Program Secara Objektif
Pemilihan kepala pekon merupakan momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan dan pelayanan publik di tingkat desa. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menilai setiap kandidat secara objektif dengan melihat kemampuan, integritas, pengalaman, serta kelayakan program yang ditawarkan.
Gagasan tentang desa mandiri, kesejahteraan warga, pemerintahan yang berkeadilan, penguatan sosial budaya, dan keamanan lingkungan perlu diterjemahkan ke dalam program kerja yang realistis, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, setiap rencana pembangunan perlu disertai mekanisme pelaksanaan, sumber pendanaan yang sah, dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Jadwal Pilkakon Perlu Dikonfirmasi
Dalam poster sosialisasi HASDA tercantum tanggal Selasa, 27 Oktober 2026. Namun, tanggal tersebut perlu dicocokkan dengan jadwal resmi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah atau panitia Pilkakon Kabupaten Pringsewu sebelum dijadikan sebagai informasi jadwal pemungutan suara.
Status pencalonan, nomor urut, serta penetapan kandidat juga perlu dipastikan melalui panitia penyelenggara yang berwenang.
Penutup
Pilkakon Pekon Panutan diharapkan menjadi ruang demokrasi yang sehat, damai, dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Visi dan misi yang ditawarkan setiap kandidat hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi warga dalam menentukan pemimpin yang mampu menjalankan pemerintahan pekon secara bertanggung jawab.
Masyarakat juga diharapkan menjaga persatuan dan kerukunan selama tahapan pemilihan berlangsung, menghormati perbedaan pilihan, serta menggunakan hak pilih sesuai ketentuan yang berlaku.
(Irfan)
Editor : Kaperwil Lampung