Zonaperistiwa Surabaya, — Federasi Olahraga Domino Indonesia Kota Surabaya yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (PB ORADO) kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan olahraga domino dengan menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) tingkat kota.Minggu (29/3/26) Bertempat di Mall Ciputra world
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaring atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat eksistensi olahraga domino sebagai cabang olahraga yang kompetitif dan strategis di Indonesia.
Baca juga: Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026, ORADO Jatim Tegaskan Domino Bukan Sekadar Permainan
Kejurcab yang diselenggarakan di Surabaya ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kecamatan dan komunitas domino yang tersebar di seluruh wilayah kota. Antusiasme tinggi dari para peserta mencerminkan semakin berkembangnya minat masyarakat terhadap olahraga domino, yang kini tidak hanya dipandang sebagai permainan rekreasi, tetapi juga sebagai olahraga yang membutuhkan strategi, ketelitian, dan konsentrasi tinggi.
Ketua ORADO Surabaya, Rio Grahari, menegaskan komitmen kuat dalam mendorong transformasi permainan domino menjadi olahraga prestasi melalui penyelenggaraan agenda perdana yang digelar di Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi ORADO yang telah dilaksanakan pada Januari 2026, sekaligus menjadi langkah awal membangun ekosistem olahraga domino yang profesional dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Rio Grahari menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan jajaran pengurus yang telah bekerja keras menyukseskan acara dalam waktu persiapan yang sangat terbatas, terlebih berdekatan dengan momentum Hari Raya Idulfitri.
“Persiapan kita kurang lebih hanya satu minggu, namun hasilnya hari ini luar biasa. Ini menunjukkan komitmen nyata dari seluruh pengurus bahwa ORADO Surabaya siap tampil dan memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.
Ia juga menceritakan pengalaman awalnya bergabung dengan ORADO saat menghadiri deklarasi nasional di Jakarta yang dihadiri oleh perwakilan dari 38 provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Momentum tersebut menjadi titik balik pandangannya terhadap domino sebagai cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
“Awalnya saya melihat domino hanya sebagai permainan biasa. Namun ketika dikemas dalam bentuk federasi olahraga yang profesional, saya melihat ini sebagai langkah konkret untuk menaikkan kelas domino menjadi olahraga prestasi,” tambahnya.
Rio menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan pada kemewahan acara, melainkan pada tujuan utama mencetak atlet-atlet terbaik dari Surabaya. Ia berharap atlet-atlet tersebut mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Baca juga: Turnamen Domino Nasional Siap Digelar di Surabaya
“Bukan pengurus yang harus terkenal, tetapi atlet Surabaya yang harus bersinar dan berprestasi,” tegasnya.
Antusiasme peserta dalam turnamen ini terbilang tinggi. Dari target 32 tim, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 50 tim. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap olahraga domino semakin meningkat.
Ke depan, ORADO Surabaya berkomitmen untuk menyelenggarakan event secara rutin serta melakukan pembinaan berkelanjutan guna menciptakan atlet yang siap berkompetisi di berbagai level.
Dewan Pembina ORADO Surabaya, Arif Fathoni, dalam sambutannya menilai bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa domino telah mengalami transformasi signifikan.
“Selama ini domino identik dimainkan di warung kopi atau pos ronda. Hari ini kita buktikan bahwa domino bisa naik kelas dan hadir di pusat perbelanjaan. Ini adalah perubahan besar,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menghapus stigma negatif masyarakat yang selama ini mengaitkan permainan domino dengan praktik perjudian.
“Tantangan kita adalah menghilangkan stigma tersebut. Dengan menjadikannya sebagai olahraga resmi, kita ingin menunjukkan bahwa domino dapat menjadi sarana prestasi dan pengembangan intelektual,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arif Fathoni menekankan bahwa olahraga domino memiliki kontribusi dalam mencerdaskan bangsa.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa