zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Ratusan Peserta Meriahkan Lomba Mancing Lele MAKI Jatim di Sukodono

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa Sidoarjo — Lomba Mancing Lele yang digelar Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur di Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga dapat menjadi salah satu bentuk aktualisasi ekonomi kreatif di Jawa Timur.

“Lomba mancing ini merupakan salah satu bentuk usaha dari pelaku ekonomi kreatif. Jadi menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang saat ini nomenklatur OPD-nya masuk ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur,” ujar Heru saat diwawancarai sejumlah awak media.

Menurutnya, lomba mancing merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi agenda yang lebih besar. Bahkan, ke depan konsep kegiatan serupa berpotensi dikembangkan dengan lokasi dan skala yang lebih luas.

Heru menjelaskan, kegiatan perdana tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi. Hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang diundang mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba.

“Dari Dinas Pertanian saja ada delapan wakil. Kemudian dari PU SDA ada sekitar empat, ada juga lima dan dari Perumda Delta Tirta. Hampir semua OPD mengirimkan wakilnya,” katanya.

Dalam pelaksanaan lomba, panitia menyediakan sekitar 123 lapak setelah dilakukan penyesuaian dari jumlah awal.

Heru menilai tingginya antusiasme peserta menjadi modal penting apabila kegiatan tersebut kembali digelar dengan konsep yang lebih besar.

“Kalau nanti lomba mancing di laut, biayanya juga akan lebih mahal. Pesertanya pasti akan luar biasa dan semakin banyak. Ini kan baru pertama kali dilakukan,” ujarnya.

Ia mengakui, sebagai kegiatan perdana, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi panitia, terutama dalam memastikan perlombaan berlangsung secara fair, adil, transparan dan jujur.

“Tantangan pertama bagaimana teman-teman panitia, baik dari panitia kolam maupun MAKI Jatim, bisa melaksanakan secara fair, adil, jujur dan terbuka apa adanya. Karena lele juga tidak bisa ditebak larinya mau ke mana,” ungkap Heru.

Meski demikian, ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan sambutan positif dari peserta.

Sementara itu, Camat Sukodono Ineke Dwi Setiawati, S.STP., MPA., mengaku senang wilayahnya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan lomba mancing lele tingkat provinsi tersebut.

“Kami tentunya senang karena Sukodono menjadi lokus tempat lomba mancing lele level provinsi. Terima kasih atas kolaborasinya dengan MAKI Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Ineke.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di Desa Jumputrejo tersebut juga menjadi momentum yang tepat untuk memeriahkan suasana HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ineke menyebut terdapat filosofi menarik dari kegiatan memancing, yakni mengajarkan kesabaran, fokus dan keikhlasan.

“Kalau ada filosofi mancing lele yang perlu diketahui, mungkin belajar sabar, fokus dan ikhlas. Tiga hal itu mungkin yang nantinya membuat para peserta bisa menang,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin dan dikembangkan dengan konsep yang lebih besar pada masa mendatang.

“Kami berharap tahun depan bisa istiqomah. Kami siap dan welcome untuk event-event yang lebih berkelas lagi,” katanya.

Lebih jauh, Ineke berharap kawasan yang menjadi lokasi kegiatan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal. Menurutnya, kegiatan seperti lomba mancing dapat menjadi salah satu cara mengoptimalkan aset desa agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapannya ini menjadi salah satu destinasi wisata tingkat lokal untuk event yang lebih hebat lagi. Karena potensinya ada, ini merupakan aset desa yang memang butuh peran semua pihak agar tidak tidur dan bisa dioptimalkan,” pungkasnya.(red)

Editor :