zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

BI Rate Tetap 5,75 Persen, Ekonomi Jatim Tumbuh di Atas Nasional dan Siap Gelar Festival Kopi Terbesar

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa SURABAYA – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur memastikan perekonomian Jawa Timur pada triwulan II 2026 tetap menunjukkan kinerja yang solid.

Di tengah tantangan geopolitik global, pertumbuhan ekonomi Jatim masih mampu melampaui capaian nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, dalam Media Briefing Juni 2026 yang digelar pada Senin (22/6/2026).

Ibrahim menjelaskan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen.

"Keputusan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan," ujarnya.

Secara umum, ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,79 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen yoy.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Dari sisi lapangan usaha, sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen yoy seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.

Sementara itu, industri pengolahan masih mencatat pertumbuhan sebesar 4,44 persen yoy meskipun mengalami perlambatan akibat dinamika geopolitik global.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mengalami lonjakan signifikan dari 8,50 persen menjadi 15,75 persen yoy. Peningkatan tersebut didorong oleh percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.

Di sektor harga, kenaikan tarif angkutan udara serta sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi pada Mei 2026.

Meski demikian, Bank Indonesia optimistis inflasi sepanjang tahun tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1 persen melalui sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Ekspor nonmigas pada April 2026 mencatat pertumbuhan tinggi, terutama pada komoditas lemak dan minyak yang tumbuh 55,63 persen yoy, karet dan barang dari karet sebesar 60,64 persen yoy, serta kertas dan produk turunannya yang meningkat 40,22 persen yoy.

Menurut Ibrahim, capaian tersebut sejalan dengan proyeksi kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan II 2026 yang diperkirakan tetap ekspansif.

"Prompt Manufacturing Index (PMI) Jawa Timur diprakirakan terus berada pada fase ekspansi, didukung optimisme konsumen dan pertumbuhan transaksi pembayaran. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) juga menunjukkan tren positif yang mengindikasikan daya beli masyarakat masih terjaga," katanya.

Lebih lanjut, Ibrahim menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kopi dan kakao nasional. Potensi ekspor green bean kopi masih sangat terbuka, sedangkan komoditas kakao telah berhasil didorong menuju hilirisasi melalui produk cokelat olahan. Sementara itu, produk ekstrak maupun konsentrat teh dinilai menjadi peluang baru bagi pelaku UMKM.

Untuk mendukung penguatan ekonomi daerah, BI Jatim menjalankan empat pilar strategi pada 2026, yakni advisory, pengendalian inflasi dan promosi investasi, pengembangan UMKM dan ekonomi syariah, serta pengawasan.

"Melalui pilar pengembangan UMKM, BI terus melakukan pendampingan pada sektor-sektor prioritas agar produk lokal mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi," jelasnya.

Bank Indonesia juga memproyeksikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur sepanjang 2026 akan tetap tumbuh solid pada kisaran 4,5 hingga 5,7 persen yoy, dengan inflasi yang tetap terkendali.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif, BI Jatim akan kembali menggelar Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) ke-5 pada 17-19 Juli 2026 di Alun-Alun Surabaya.

Mengusung tema "Kopi Jawa: Menjulur Rasa Lokal Indonesia di Tengah Tantangan Dunia Bisnis", festival tahunan tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari EduCoffee Talkshow dan Workshop, Brewing Competition, Latte Art Competition, Cupping Competition, Barista Beranda, TikTok dan Reels Contest, hingga Business Matching Trade in Commerce bagi pelaku UMKM.

"Melalui JCFF, kami ingin mendorong kopi, rempah, dan cokelat menjadi komoditas ekspor unggulan sekaligus mempromosikan Alun-Alun Surabaya sebagai destinasi wisata heritage serta meningkatkan nilai tambah produk lokal," tutur Ibrahim.

Melalui penyelenggaraan JCFF, BI Jatim menargetkan peningkatan eksposur dan daya saing UMKM, perluasan akses pembiayaan, diversifikasi produk olahan, serta terciptanya ekosistem wisata berbasis heritage di Jawa Timur.

Dengan berbagai indikator tersebut, perekonomian Jawa Timur pada triwulan II 2026 diproyeksikan tetap kuat dan menjadi peluang besar bagi dunia usaha serta pelaku UMKM untuk terus berkembang.(red)

Editor :