Zonaperistiwa Surabaya- Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur, serta Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur menggelar Temu Media dengan fokus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan di Jawa Timur.
Kegiatan ini mengangkat tema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Menjaga Stabilitas, Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur, serta Mendorong Pemerataan Pembangunan di Tengah Momentum Penguatan Kebijakan Ekonomi Nasional dan Ekonomi Kerakyatan.”
Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, memaparkan tiga isu utama, yaitu perkembangan perekonomian global dan nasional, kondisi terkini serta outlook perekonomian Jawa Timur, dan isu strategis terkait pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, percepatan digitalisasi daerah, serta penguatan pertumbuhan ekonomi regional.
Ekonomi Jatim Tetap Kuat pada Triwulan III-2025
Ibrahim mengungkapkan bahwa perekonomian Jawa Timur pada Triwulan III-2025 tumbuh 5,22% (yoy), relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,23% (yoy). Dari sisi permintaan, pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga serta investasi. Sementara dari sisi penawaran, sektor konstruksi, pertanian, jasa pendidikan, dan informasi-komunikasi (infokom) menjadi pendorong utama.
Tingkat inflasi Jawa Timur pada Oktober 2025 tercatat 2,69% (yoy), masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5 ± 1%. Inflasi tersebut didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas pangan seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah. Berdasarkan pola musiman 2019–2024, komoditas pangan dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang inflasi jelang HBKN Nataru dan perlu menjadi perhatian khusus.
Jatim Gelar HLM TPID untuk Kendalikan Inflasi Nataru
Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BI Jatim akan menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada 25 November 2025 di Surabaya.
Agenda ini dikolaborasikan dengan rapat TP2DD dan TP2ED dengan tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan, Menjaga Stabilitas Harga, dan Mempercepat Digitalisasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Berdaya Tahan.”
HLM tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dan BI dalam menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi daerah, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menjelang PTBI 2025
Selain itu, Bank Indonesia juga bersiap menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 pada 28 November mendatang. Secara nasional PTBI akan dilaksanakan di Jakarta, sementara untuk wilayah Jawa Timur diselenggarakan di Surabaya dengan tema “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional.”
Agenda tahunan tersebut akan diisi oleh arahan Presiden Republik Indonesia serta paparan Gubernur Bank Indonesia mengenai kondisi ekonomi terkini, proyeksi perekonomian, dan arah kebijakan BI ke depan.
Dengan rangkaian agenda strategis ini, kolaborasi lintas lembaga di Jawa Timur diharapkan semakin memperkuat stabilitas sistem keuangan, menjaga inflasi tetap terkendali, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa