zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Akses Vital Warga Jadi Bahaya, Proyek Jembatan Dupak Masigit Diduga Mangkrak Tanpa Pengawasan

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa Surabaya — Warga Jalan Dupak Masigit Gang 9, Surabaya, kini harus menanggung dampak dari proyek pembangunan jembatan yang mangkrak selama lebih dari empat bulan tanpa kejelasan. Ironisnya, proyek yang diduga menggunakan anggaran pemerintah itu justru menimbulkan keresahan dan korban di kalangan warga sekitar akibat kondisi jembatan sementara yang hanya terbuat dari bambu dan sangat berisiko.

Dari pantauan awak media di lokasi, ditemukan papan informasi proyek yang tidak jelas dan tidak lengkap. Bahkan, papan proyek yang terpasang diduga bukan milik proyek di Gang 9, melainkan bekas papan proyek di Gang 7 yang kini dipasang di lokasi berbeda tanpa keterangan resmi. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya “proyek siluman” yang tidak transparan dan melanggar prinsip keterbukaan informasi publik.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa atas lambannya penyelesaian proyek tersebut.

Kami sangat menyesal proyek ini tidak segera diselesaikan. Sudah empat bulan terbengkalai, banyak warga yang jatuh, terutama ibu-ibu yang lewat jembatan bambu sementara itu. Kami berharap Pak Eri Cahyadi bisa turun langsung dan mengecek proyek-proyek pemerintah seperti ini agar sesuai SOP, bukan asal-asalan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Warga juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak LPMK dan kelurahan setempat yang dinilai kurang memperhatikan keselamatan masyarakat. Jembatan tersebut menjadi akses vital bagi warga menuju pasar Dupak, yang menghubungkan dua wilayah RW, yakni RW 02 Dupak Jaya dan RW Dupak Masigit. Setiap hari, banyak pejalan kaki melintas di jembatan itu, terutama ibu-ibu yang hendak berbelanja ke pasar.

Kalau terus begini, kami khawatir akan ada korban berikutnya. Sudah beberapa kali warga terpeleset saat lewat. Mohon pemerintah segera turun tangan sebelum ada korban lebih banyak,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak pelaksana proyek maupun pejabat terkait yang memberikan klarifikasi resmi. Kondisi di lapangan menunjukkan tidak ada aktivitas pekerjaan, sementara papan proyek yang terpasang tidak mencantumkan informasi dasar seperti nama kontraktor, nilai proyek, dan waktu pelaksanaan sebagaimana mestinya.

Warga berharap Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta pihak pengawasan proyek, segera menindaklanjuti temuan ini. Proyek infrastruktur publik yang mangkrak tanpa pengawasan tidak hanya menimbulkan potensi kerugian negara, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang seharusnya dilindungi oleh pembangunan itu sendiri.

(red)

Editor :