Zonaperistiwa SURABAYA – Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa (FESyar) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda melalui kegiatan kreatif.
Salah satunya diwujudkan melalui lomba kaligrafi kontemporer yang diikuti 30 peserta. Kegiatan tersebut digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari rangkaian FESyar Regional Jawa 2026 di Surabaya.
Baca juga: Business Matching Jadi Momentum Perkuat UMKM Berbasis Syariah
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Agung Budi Laksono, mengatakan kegiatan FESyar tidak hanya ditujukan sebagai seremoni atau ajang perlombaan.
Menurutnya, setiap kegiatan diharapkan memiliki nilai dan pesan yang dapat disampaikan kepada masyarakat.
“Harapan kami kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tidak sekadar perlombaan, tetapi ada nilai-nilai yang bisa kita dapatkan dan kita sampaikan kepada masyarakat,” ujar Agung dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, seni kaligrafi tidak hanya menampilkan tulisan atau keindahan visual, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan dan inspirasi.
Melalui karya yang dituangkan dalam kanvas, peserta diharapkan mampu menghadirkan keindahan melalui perpaduan warna, garis, serta bentuk yang memiliki makna.
“Tidak hanya menulis, tidak hanya menggambar, tidak hanya memainkan warna, tetapi kami berharap karya teman-teman di sini mempunyai nilai-nilai positif dan ada pesan-pesannya,” katanya.
Agung berharap kreativitas para peserta juga dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan ekonomi syariah, baik di Jawa Timur, Pulau Jawa, maupun Indonesia secara keseluruhan.
Baca juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar, Fesyar Jawa 2026 Resmi Bergulir
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai keagamaan dan ketakwaan. Ia menilai, upaya mengajak dan menginspirasi orang lain dalam kebaikan juga dapat menjadi bagian dari nilai ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Agung juga mengapresiasi para peserta, guru pendamping, serta dewan juri yang terlibat dalam lomba kaligrafi kontemporer.
Ia menekankan pentingnya sportivitas selama mengikuti perlombaan. Seluruh peserta mendapatkan fasilitas dan perlakuan yang sama, mulai dari tempat, ukuran kanvas hingga perlengkapan menggambar.
“Di sini sudah ditempatkan yang sama, mendapat fasilitas yang sama. Tempatnya sama, kanvasnya juga ukurannya sama, alat menggambarnya juga sama sehingga diharapkan sportivitas,” jelasnya.
Menurut Agung, peserta juga tidak semata-mata harus berorientasi pada hasil akhir. Proses yang dijalani selama mengikuti perlombaan dinilai jauh lebih penting karena dapat menjadi pengalaman dan pembelajaran bagi peserta.
Baca juga: Uswatun Hasana Bagikan Strategi Menjaga Kepercayaan Perbankan Syariah
Ia bahkan berharap 30 peserta yang mengikuti lomba tersebut kelak dapat berkembang menjadi generasi yang memiliki keahlian dan prestasi membanggakan, baik bagi diri sendiri, sekolah maupun orang tua.
“Bisa jadi dengan proses yang berulang kali, proses-proses yang dijalani ini, ke depan teman-teman yang 30 ada di sini yang sekarang duduk mungkin akan berubah menjadi dewan juri nantinya,” tuturnya.
Agung menambahkan, kegiatan FESyar Regional Jawa 2026 diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi peserta lomba, tetapi juga masyarakat dalam memperkuat pemahaman terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan FESyar 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa