Ribuan Nelayan Bangkalan Gelar Hajatan Laut, Wujud Syukur dan Doa Keselamatan di Laut

Reporter : zonaperistiwa

Zonaperistiwa 

BANGKALAN – Ribuan masyarakat pesisir pantai utara Jawa Timur, khususnya para nelayan tradisional, kembali menggelar tradisi tahunan Hajatan Laut atau Petik Laut di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Baca juga: Launching APPI.com, Hadirkan Ruang Aspirasi Masyarakat Lewat Jurnalisme Warga

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil tangkapan ikan, sekaligus doa untuk keselamatan para nelayan selama menjalankan aktivitas di laut.

Prosesi sakral tahun ini terasa istimewa karena dihadiri berbagai unsur lintas sektor. Kegiatan secara resmi diberangkatkan dari kediaman Kepala Desa Tengket, H. Suli, yang menjadi titik kumpul utama masyarakat dan para tamu undangan sebelum menuju lokasi pelarungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Arosbaya, mulai dari Camat, Kapolsek, hingga Danramil. Hadir pula perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangkalan serta para ulama setempat.

Kehadiran para pemangku kebijakan, aparat keamanan, dan tokoh agama tersebut menjadi bukti dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal masyarakat pesisir.

Baca juga: Anniversary ke-39, Swiss-Belhotel International Gelar CSR untuk Anak-anak YPKI Surabaya

Di sela kegiatan, Kepala Desa Tengket, H. Suli, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kekompakan warga serta dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan acara.

"Hajatan Laut ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas rezeki hasil laut yang melimpah. Alhamdulillah, tahun ini pelaksanaannya sangat meriah dan dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimcam serta para ulama. Semoga kebersamaan dan kerukunan warga Desa Tengket dan sekitarnya terus terjaga," ujar H. Suli.

Di bibir pantai, puluhan perahu nelayan tradisional tampak berjajar rapi dan dihias meriah dengan bendera Merah Putih. Perahu-perahu tersebut juga dipenuhi berbagai sesaji berupa hasil bumi dan jajanan pasar yang kemudian diarak dalam prosesi larungan ke laut lepas.

Baca juga: HNN Genap 10 Tahun, Ustadz Hasan Basri Fuk Ingatkan Pers tentang Amanah Informasi

Sebelum prosesi pelarungan dimulai, seluruh elemen masyarakat bersama para pejabat yang hadir, termasuk personel TNI AL dan Polri, melantunkan doa serta sholawat nabi secara khidmat.

Gema sholawat yang berkumandang menjadi simbol bahwa masyarakat pesisir Bangkalan tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga senantiasa mengedepankan nilai-nilai religius sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan Hajatan Laut yang rutin digelar setiap tahun ini, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat nelayan diharapkan terus terjalin guna menjaga kondusivitas wilayah pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Kabupaten Bangkalan.(red)

Editor : Redaksi zonaperistiwa

Nasional
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru