Zonaperistiwa Surabaya – Tingkat keyakinan masyarakat Jawa Timur terhadap kondisi perekonomian tetap berada pada level optimistis.
Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Timur pada Mei 2026 sebesar 122,6, atau berada di atas ambang optimisme 100.
Baca juga: Jatim Pertahankan Tradisi Tuan Rumah FESyar Regional Jawa Selama 13 Tahun
Capaian tersebut sejalan dengan kondisi nasional yang juga mencatatkan optimisme konsumen dengan IKK sebesar 120,9. Meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, keyakinan masyarakat Jawa Timur terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek ke depan masih terjaga kuat.
Bank Indonesia mencatat, optimisme konsumen didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang berada di level 116,2 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 129,0. Kedua indikator tersebut memang lebih rendah dibandingkan April 2026 yang masing-masing mencapai 120,9 dan 131,5, namun tetap menunjukkan persepsi positif masyarakat terhadap perekonomian.
Pada sisi kondisi ekonomi saat ini, optimisme masyarakat ditopang oleh seluruh komponen penyusunnya. Indeks Penghasilan Saat Ini, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, serta Indeks Pembelian Barang Tahan Lama masih berada pada zona optimistis.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa tingkat pendapatan masyarakat relatif baik, peluang kerja tetap tersedia, dan aktivitas konsumsi barang tahan lama masih terjaga.
Sementara itu, ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang juga tetap kuat.
Baca juga: FESyar 2026 Dorong Produk Halal dan Pembiayaan Syariah Makin Berkembang
Hal tersebut tercermin dari solidnya Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha, Indeks Ekspektasi Penghasilan, dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja. Masyarakat menilai prospek usaha, peningkatan pendapatan, serta kesempatan kerja ke depan masih akan berada dalam kondisi yang baik.
Meski demikian, Bank Indonesia mengingatkan bahwa dinamika ekonomi global tetap perlu diwaspadai. Salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi optimisme konsumen adalah eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi global.
Secara wilayah, optimisme konsumen tercatat merata di berbagai daerah pantauan Bank Indonesia di Jawa Timur. Kota Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember sama-sama menunjukkan tingkat keyakinan konsumen yang kuat, didukung oleh kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ekonomi ke depan yang tetap positif.
Dari sisi pengelolaan keuangan rumah tangga, konsumsi masih menjadi pos pengeluaran terbesar masyarakat Jawa Timur. Pada Mei 2026, porsi pengeluaran untuk konsumsi mencapai 70,1 persen dari total pendapatan. Sementara itu, alokasi untuk pembayaran cicilan tercatat sebesar 11,7 persen, dan porsi tabungan mencapai 18,1 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Jawa Timur masih relatif terjaga, sekaligus mencerminkan tingkat kepercayaan yang kuat terhadap kondisi ekonomi daerah maupun prospek ekonomi pada periode mendatang.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa