Zonaperistiwa Surabaya -25 November 2025 — Gubernur Jawa Timur bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan 38 bupati/wali kota se-Jatim sepakat memperkuat sinergi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas digitalisasi, serta menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global. Komitmen ini ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) TPID, TP2DD, dan TPZ2ED se-Jawa Timur yang digelar di Surabaya.
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi wadah integrasi kebijakan strategis pemerintah daerah dan Bank Indonesia, sekaligus bukti nyata kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Jatim tetap berkelanjutan dan berdaya tahan.
Baca juga: Jatim Pertahankan Tradisi Tuan Rumah FESyar Regional Jawa Selama 13 Tahun
Jatim Jadi Barometer Nasional
Dalam sambutan pembukaan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional menjadikannya barometer penting dalam pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan kolaborasi yang kuat dan konsisten, sesuai peta jalan yang telah ditetapkan,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan komitmen BI untuk terus mendukung stabilitas ekonomi Jatim yang dikenal sebagai benchmark nasional.
“Dengan menjaga stabilitas harga, mempercepat digitalisasi, dan menyelaraskan kebijakan pertumbuhan, kita bukan hanya mengelola daerah, tetapi juga menjaga masa depan ekonomi Indonesia,” tegasnya.
Peluncuran Dashboard TPID dan Langkah Antisipasi Inflasi Nataru
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, HLM turut meluncurkan Dashboard TPID Jawa Timur, yang berfungsi sebagai alat monitoring dan evaluasi program pengendalian inflasi di seluruh daerah.
Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), TPID se-Jatim bersama pelaku usaha menyepakati sejumlah quick wins, antara lain:
1. Peningkatan produktivitas pangan melalui bantuan benih unggul dan pengembangan kawasan hortikultura.
Baca juga: FESyar 2026 Dorong Produk Halal dan Pembiayaan Syariah Makin Berkembang
2. Intensifikasi pasar murah, termasuk penyaluran beras SPHP untuk menjaga keterjangkauan harga.
3. Penguatan pengawasan pangan bersama satgas pangan dan aparat penegak hukum.
4. Monitoring harga harian melalui SISKAPERBAPO dan platform digital kabupaten/kota.
Percepatan Digitalisasi Daerah Lewat TP2DD
Di bidang digitalisasi, TP2DD se-Jatim menyepakati quick wins yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian fiskal dan transformasi layanan digital:
1. Sinergi implementasi opsen pajak daerah antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
2. Optimalisasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah, baik pada sisi penerimaan maupun belanja.
3. Penguatan infrastruktur dan ekosistem digital melalui program Jatim Internet and Connectivity
Penghargaan untuk Daerah dan OPD Berkinerja Terbaik Atas capaian inflasi yang terkendali dan kinerja digitalisasi yang mengesankan, Gubernur Jatim memberikan penghargaan kepada:
9 kabupaten/kota dengan program pengendalian inflasi terbaik.
9 OPD provinsi/kabupaten/kota dengan capaian digitalisasi daerah terbaik.
Editor : Redaksi zonaperistiwa