Zonaperistiwa SURABAYA, 11 September 2026 — Pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2026 Surabaya resmi digelar dengan membawa semangat mendorong pertumbuhan kewirausahaan, memperluas akses pasar, serta memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 Surabaya menjadi ajang pertemuan para franchisor, calon mitra usaha, investor, pelaku UMKM, hingga berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan bisnis waralaba.
Pembukaan kegiatan dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian UMKM, asosiasi pengusaha, organisasi kewirausahaan, serta para pelaku bisnis.
Hadir di antaranya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Dr. Endy Alim Abdi Nusa, S.IP., Sekjen JCI Isjava Yosefin Susilawati, Ketua Perhimpunan INTI Jawa Timur Dr. Stefanis Budiwijaya, perwakilan Kadin Jawa Timur, serta jajaran Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).
Wakil Gubernur Jawa Timur yang sedianya hadir dalam pembukaan berhalangan karena harus mendampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN dalam agenda di Afrika bersama Sekretaris Daerah Jawa Timur.
Dalam sambutannya yang disampaikan mewakili Wakil Gubernur Jawa Timur, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Dr. Endy Alim Abdi Nusa menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Franchise Indonesia dan PT Neo Expo Promosindo yang dinilai konsisten menghadirkan IFBC sebagai ruang strategis untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
Menurutnya, tema “Grow Beyond Boundaries” merefleksikan semangat dunia usaha untuk terus berkembang dan berinovasi di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
“Di tengah ketidakpastian global, tulang punggung perekonomian kita tetap terjaga karena dua hal, yakni kekuatan konsumsi domestik dan ketangguhan UMKM,” ujarnya.
Ia menilai waralaba atau warah laba memiliki posisi penting dalam mempercepat pertumbuhan usaha. Model bisnis tersebut memungkinkan pelaku usaha melakukan ekspansi dengan sistem yang lebih terstruktur sekaligus membagi risiko antara pemilik merek dan mitra usaha.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penyelenggaraan IFBC sebelumnya telah mencatat puluhan ribu pengunjung di berbagai wilayah Indonesia dengan potensi transaksi mencapai triliunan rupiah serta melibatkan ratusan merek nasional dan internasional.
“Angka ini bukan hanya statistik, tetapi menggambarkan sebuah ekosistem nyata yang mendorong tumbuhnya energi kewirausahaan nasional,” katanya.
Jawa Timur Punya Potensi Besar
Endy juga menegaskan posisi strategis Jawa Timur dalam pengembangan UMKM dan waralaba. Berdasarkan data BPS yang disampaikan dalam forum tersebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur menjadi salah satu yang tertinggi di Pulau Jawa.
UMKM dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian daerah sekaligus pencipta lapangan kerja.
Sejumlah subsektor yang dinilai potensial untuk dikembangkan melalui model waralaba antara lain makanan dan minuman, ritel, pendidikan nonformal, kesehatan, hingga jasa laundry.
Pemprov Jawa Timur, lanjutnya, menyiapkan tiga agenda utama untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan.
Pertama, meningkatkan skala usaha melalui kemitraan dan waralaba. UMKM didorong naik kelas melalui misi dagang, business matching, akses pembiayaan, fasilitasi perizinan, serta sertifikasi.
Kedua, transformasi digital. Pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan platform dan layanan digital, termasuk penguatan pemasaran berbasis teknologi.
Ketiga, ekspansi pasar. Jawa Timur diproyeksikan menjadi salah satu hub waralaba nasional dengan orientasi ekspor melalui program UMKM Go Ekspor serta jejaring internasional.
“Jawa Timur siap menjadi hub franchise nasional dengan orientasi ekspor dan program UMKM Go Ekspor. Ini menjadi pijakan kita untuk memasuki rantai nilai global,” tegasnya.
Kementerian UMKM Dorong Waralaba Lokal Mendunia
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, S.E., M.Ec., yang hadir mewakili Menteri UMKM, menilai IFBC merupakan barometer sekaligus cermin perkembangan kewirausahaan Indonesia.
Menurut Bagus, tema “Grow Beyond Boundaries” sangat relevan karena mendorong pelaku usaha untuk melampaui batas geografis, skala bisnis, sekaligus cara berpikir dalam mengembangkan kewirausahaan.
Ia menyebut IFBC telah memiliki perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade dan menjadi wadah konsolidasi industri waralaba di berbagai kota besar Indonesia.
“Franchise atau warah laba ini merupakan sebuah bisnis platform yang sangat diperlukan para pengusaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia,” jelasnya.
Menurut dia, sebuah merek pada dasarnya memiliki nilai tambah. Karena itu, sistem waralaba dapat menjadi strategi pemasaran dan ekspansi bagi UMKM agar mampu meningkatkan skala bisnis.
Kementerian UMKM juga berkomitmen mendukung perkembangan waralaba nasional, termasuk mendorong semakin banyak merek lokal memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dan mampu melakukan ekspansi ke pasar internasional.
“Komitmen Kementerian UMKM adalah bagaimana franchise Indonesia tidak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga mampu berkembang ke luar negeri,” ujarnya.
Bagus menambahkan, sektor waralaba saat ini tidak hanya bergerak pada makanan dan minuman, tetapi telah berkembang ke berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, kecantikan, jasa, hingga sektor lainnya.
Kondisi tersebut membuat industri waralaba semakin inklusif dan berpotensi menjadi kendaraan bagi generasi muda serta calon pengusaha untuk memasuki dunia bisnis secara lebih sistematis.
Dorong Merek Lokal Tembus Pasar Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Advisor Asosiasi Franchise Indonesia sekaligus Wakil Ketua Bidang Perdagangan DPN Apindo, Yaya B. Sunaryo, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat industri waralaba nasional.
Ia menyebut Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan Bappenas telah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan industri waralaba Indonesia.
AFI saat ini juga tengah mempersiapkan kembali cetak biru dan roadmap industri waralaba nasional agar pengembangan sektor tersebut memiliki arah yang lebih jelas, baik untuk pasar domestik maupun global.
“Kita ingin waralaba Indonesia memiliki arah yang jelas, baik ke dalam maupun ke luar negeri,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan STPW juga perlu terus didorong karena menjadi salah satu bagian penting dalam membangun industri waralaba yang lebih tertata dan berdaya saing.
Sejumlah merek lokal Indonesia bahkan telah berhasil melakukan ekspansi internasional. Salah satunya adalah Alfamart.
Perwakilan Alfamart, Tomo Sugianto, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini telah memiliki sekitar 6.000 mitra yang membuka gerai melalui skema kemitraan.
Menurutnya, kemitraan tidak hanya sebatas membuka gerai, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan transfer pengetahuan kepada mitra.
Mitra mendapatkan pendampingan mulai dari menentukan lokasi usaha, membaca laporan, membuat laporan keuangan, hingga berbagai aspek operasional bisnis lainnya.
Alfamart juga telah melakukan ekspansi ke luar negeri, di antaranya Filipina dengan sekitar 2.300 toko, serta Bangladesh dengan sejumlah gerai yang terus dikembangkan.
180 Merek Hadir di IFBC 2026 Surabaya
Public Relations IFBC 2026 Surabaya, Ferdi Ferdianto, mengatakan penyelenggaraan IFBC Surabaya tahun ini menjadi gelaran ke-181 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2006.
“IFBC 2026 Surabaya kali ini menghadirkan sekitar 180 merek dalam 89 stand,” jelasnya.
Pameran tersebut menghadirkan beragam peluang usaha dan penawaran menarik bagi calon mitra, mulai dari potongan franchise fee hingga berbagai promo khusus selama pameran berlangsung.
Tidak hanya menawarkan peluang bisnis, IFBC 2026 Surabaya juga menghadirkan agenda edukasi bagi pengunjung, termasuk mengenai pengembangan UMKM menjadi waralaba, pengurusan perizinan, hingga pendaftaran dan perlindungan merek.
Sejumlah instansi turut memberikan layanan dan edukasi, di antaranya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum serta DPMPTSP Kota Surabaya.
Dengan mempertemukan pemerintah, asosiasi, franchisor, investor, UMKM, calon mitra usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, IFBC 2026 Surabaya diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan membuka lebih banyak peluang usaha.
Semangat yang dibawa pun semakin jelas: mendorong UMKM naik kelas, memperkuat merek lokal, dan membawa waralaba Indonesia melampaui batas hingga mampu bersaing di pasar global.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa