zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Ning Lia Sambangi Santri Korban Keracunan MBG Di Sidoarjo, Tekankan Pentingnya Pemulihan Mental

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Akibat kejadian tersebut, puluhan santri terus berdatangan untuk mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo.

Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, langsung bertolak dari Jakarta menuju Sidoarjo untuk melihat kondisi para korban sekaligus memberikan penguatan mental atau mental healing kepada santri yang menjalani perawatan di RS Delta Surya Sidoarjo.

Kunjungan Ning Lia difokuskan untuk memberikan pendampingan kepada para santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam. Dalam peristiwa tersebut, jumlah santri dari pesantren tersebut yang terdampak dilaporkan mencapai lebih dari 500 orang.

Di ruang perawatan, Ning Lia berinteraksi dengan para santri, mengajak mereka berbincang serta memberikan motivasi agar kondisi psikologis mereka tetap stabil setelah mengalami musibah tersebut.

Penguatan mental dinilai penting untuk membantu mengurangi trauma dan kecemasan yang muncul setelah para santri mengalami sakit secara mendadak yang diduga akibat keracunan makanan.

Seiring dengan upaya pemulihan tersebut, kondisi pasien yang menjalani perawatan di RS Delta Surya dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif.

Ning Lia turut mengapresiasi kesiapsiagaan serta gerak cepat seluruh tenaga medis dalam menangani para korban. RS Delta Surya menjadi salah satu dari sembilan rumah sakit di Sidoarjo yang menerima pasien terdampak sejak Selasa, 1 September 2026.

"Saya mengapresiasi kesiapsiagaan tim medis RS Delta Surya yang memberikan pelayanan medis terbaik untuk korban yang datangnya silih berganti hingga siang hari tadi," ungkap Ning Lia.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia juga menekankan bahwa penanganan dan keselamatan korban harus menjadi prioritas utama ketika terjadi situasi darurat. Menurutnya, pencarian penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab dapat dilakukan melalui proses evaluasi dan pemeriksaan setelah kondisi para korban tertangani.

"Saat terjadi musibah, seharusnya tidak perlu mencari siapa yang salah terlebih dahulu, tetapi kita mencari siapa yang pertama kali harus diberikan pertolongan," tegasnya.

Peristiwa dugaan keracunan massal ini menjadi perhatian serius karena melibatkan ratusan santri.

Penelusuran terhadap penyebab kejadian diperlukan untuk memastikan keamanan pangan sekaligus mencegah kasus serupa kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG.(red)

Editor :