zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Budi Leksono Kenakan Baju Adat Banyuwang Pimpin Upacara di HUT ke-81

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa SURABAYA — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Kegiatan tersebut diikuti warga RW 2 Dupak Masigit, siswa SD Dumas Surabaya, serta berbagai elemen masyarakat Kelurahan Jepara.

Dalam upacara tersebut, anggota DPRD Kota Surabaya Budi Leksono bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Bambang Trianto dipercaya sebagai perwira upacara dan Kris sebagai komandan upacara. Kegiatan juga melibatkan unsur Zeni TNI Angkatan Darat.

Dalam amanatnya, Budi Leksono menegaskan bahwa tema HUT ke-81 RI menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tema peringatan HUT RI ke-81 adalah Indonesia berdaulat, adil dan makmur. Artinya, kita tidak boleh terpecah belah oleh hasutan dari mana pun. Keadilan harus dirasakan seluruh rakyat Indonesia dan kemakmuran juga harus dirasakan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Budi.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Budi juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta warga tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang berpotensi mengadu domba dan memecah persatuan.

“Jangan sampai kita mudah percaya dengan informasi di media sosial yang sifatnya mengadu domba persatuan dan kesatuan di negeri ini,” tegasnya.

Ia menilai perkembangan teknologi informasi seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan, menyebarkan informasi positif, serta membangun komunikasi yang sehat di tengah masyarakat.

Ajak Pemuda Aktif dalam Kegiatan Positif

Dalam wawancara bersama awak media, Budi Leksono juga mengajak warga Jepara Surabaya, khususnya para pemuda, untuk terus membangun semangat kebersamaan melalui berbagai kegiatan positif.

Menurutnya, berbagai kegiatan kemasyarakatan selama ini diarahkan untuk mengisi waktu dan potensi anak-anak muda dengan aktivitas yang bermanfaat.

“Kami mengajak warga Jepara Surabaya, khususnya para pemuda, untuk terus membangun semangat kebersamaan melalui berbagai kegiatan positif. Selama ini, berbagai kegiatan yang kami lakukan memang diarahkan untuk mengisi waktu dan potensi anak-anak muda dengan aktivitas yang bermanfaat,” katanya.

Budi mengatakan, pemuda harus dilibatkan dalam berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat. Keterlibatan tersebut tidak hanya terbatas pada generasi muda, tetapi juga melibatkan anak-anak sekolah, RT, RW, hingga para relawan.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus kita jaga. Yang paling penting, kegiatan-kegiatan tersebut diawali dan didukung oleh para pemuda,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun persoalan yang dapat menimbulkan konflik di lingkungan.

Menurut Budi, masyarakat hidup dalam lingkungan yang majemuk. Karena itu, setiap informasi maupun perkataan harus disampaikan secara bijak agar tidak menjadi pemicu kesalahpahaman dan keributan.

Selain mengajak pemuda aktif dalam kegiatan positif, Budi juga mengingatkan generasi muda untuk menjauhi narkoba dan berbagai bentuk kegiatan negatif lainnya.

“Karena itu, kami terus mengingatkan para pemuda agar menjauhi berbagai hal negatif, termasuk narkoba. Persoalan narkoba juga menjadi perhatian yang selama ini terus kami angkat dan kami sosialisasikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap energi dan kreativitas pemuda dapat disalurkan melalui kegiatan produktif. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam menciptakan kegiatan positif sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi persoalan pengangguran.

“Kami berharap para pemuda yang rata-rata memiliki energi dan kreativitas tinggi dapat terus berkarya. Pemuda harus mampu menciptakan kegiatan-kegiatan positif sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi persoalan pengangguran,” kata Budi.

Budi juga menyampaikan harapannya agar momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi refleksi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar merdeka dalam arti sesungguhnya.

Ia berharap Indonesia dapat terbebas dari korupsi dan memiliki pemimpin yang bijaksana serta mampu membawa negara menuju kehidupan yang lebih baik.

“Kami ingin Indonesia bukan menjadi bahan perbincangan karena persoalan-persoalan negatif, tetapi justru menjadi negara yang pemimpinnya selalu berada di hati masyarakat dan mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” ungkapnya.

Kenakan Pakaian Adat Banyuwangi

Ada hal menarik dalam pelaksanaan upacara tersebut. Budi Leksono mengenakan pakaian adat Banyuwangi sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.

Ia menjelaskan, pilihan pakaian tersebut juga memiliki alasan personal karena istrinya lahir di Banyuwangi.

“Kebetulan istri saya juga lahir di Banyuwangi, sehingga saya mencoba menghargai dan memperkenalkan budaya Banyuwangi melalui pakaian yang saya kenakan,” jelasnya.

Budi menyebut, pada peringatan berikutnya kemungkinan akan menggunakan kreasi atau pakaian adat dari daerah lain.

“Jadi, setiap kegiatan bisa memiliki nuansa dan kreasi yang berbeda, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia,” pungkasnya.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, gotong royong, kepedulian sosial, serta mendorong generasi muda agar terus berkarya bagi lingkungan dan bangsa.(red)

Editor :