zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Pagelaran Wayang Kulit “Nowotoko Woco Sunargo” Meriahkan Bersih Desa dan HUT Pekon Sumber Rejo ke-14

avatar Kaperwil Lampung
  • URL berhasil dicopy

Pringsewu, zonaperistiwa.com

  • Suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya mewarnai Pagelaran Wayang Kulit yang digelar di Pekon Sumber Rejo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Selasa malam (14/7/2026).

Kegiatan yang saat ini masih berlangsung tersebut menjadi rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Bersih Desa, serta Hari Ulang Tahun (HUT) Pekon Sumber Rejo ke-14.

Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Jasmiran mengangkat lakon “Nowotoko Woco Sunargo” dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejak sore hingga malam hari, warga dari berbagai pekon di Kecamatan Ambarawa tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya yang menjadi warisan leluhur tersebut.

Acara turut dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Ambarawa, para kepala pekon, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat pekon, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Pekon Sumber Rejo, Firli, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, panitia, aparatur pekon, Forkopimcam, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian peringatan Bersih Desa dan HUT Pekon Sumber Rejo ke-14 dapat terlaksana dengan baik.

“Atas nama Pemerintah Pekon Sumber Rejo, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, panitia pelaksana, Forkopimcam Kecamatan Ambarawa, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam membangun Pekon Sumber Rejo yang semakin maju, aman, rukun, dan sejahtera,” ujar Firli.

Firli juga berharap tradisi Bersih Desa dan pagelaran wayang kulit dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ribuan penonton memenuhi area pertunjukan dengan tertib dan penuh semangat.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan serta kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah yang menjadi identitas bangsa.

Hingga berita ini ditulis, pagelaran wayang kulit masih berlangsung dengan suasana aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya tradisional.

(Irfan)

Editor :