Zonaperistiwa Surabaya - Dimulainya tahun ajaran baru menjadi momentum penting untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada anak. Melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA), pemerintah mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang bebas dari berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, perundungan (bullying), hingga kekerasan yang terjadi di ruang digital.
Sebagai bagian dari implementasi gerakan tersebut, sektor pendidikan menguatkan berbagai program, di antaranya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026, penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), serta pendidikan karakter yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Gernas RANA juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan peserta didik dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, inklusif, dan menyenangkan. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas lingkungan belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui gerakan ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta mendorong anak untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan sekolah sebagai Ruang Aman dan Nyaman Anak, sehingga setiap peserta didik dapat belajar, bertumbuh, dan meraih cita-citanya dengan penuh semangat, rasa aman, dan kebahagiaan.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa