zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Mahasiswa KKN UTM Kelompok 37 Sulap Limbah Kotoran Sapi Jadi Biogas, Dorong Desa Pakandangan Tengah Menuju Energi Ramah

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa 

SUMENEP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Genap Kelompok 37 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program unggulan berupa pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi biogas di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada 1 Juli 2026. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong pemanfaatan limbah peternakan sebagai sumber energi terbarukan sekaligus mendukung terwujudnya desa yang lebih ramah lingkungan.

Melalui inovasi tersebut, limbah kotoran sapi diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif bagi masyarakat. Selain menghasilkan biogas, proses pengolahan juga menghasilkan bioslurry berupa pupuk organik cair dan pupuk organik padat yang memiliki nilai ekonomi serta bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Program ini diprakarsai oleh Siti Aisyah, Akmalul Fikri, Mikail Shauqi, Ririn Ariyanti, dan Mahrus sebagai penanggung jawab kegiatan. Selama pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya membangun instalasi biogas, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses pengolahan limbah, manfaat biogas sebagai energi alternatif, serta pemanfaatan bioslurry sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian dan perkebunan.

Siti Aisyah berharap program tersebut dapat terus berlanjut meski masa KKN telah selesai.

"Harapan saya, program pengelolaan limbah kotoran sapi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial selama KKN berlangsung. Semoga masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkan pemanfaatan biogas ini karena selain mampu mengurangi pencemaran lingkungan, hasil pengolahannya juga dapat membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pemanfaatan pupuk organik," ujarnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pakandangan Tengah. Salah satu perangkat desa, Andre, menjadi pengusul utama pelaksanaan program biogas tersebut. Menurutnya, desa memiliki potensi besar karena mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan peternak, sehingga limbah kotoran sapi tersedia dalam jumlah melimpah dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Andre juga menyumbangkan sebuah drum berukuran besar yang digunakan sebagai wadah utama instalasi biogas.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Pakandangan Tengah, Ali. Ia mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN UTM dan berharap program tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

"Program ini diharapkan mampu menjadi solusi energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa," ungkapnya.

Antusiasme warga terlihat sejak awal pelaksanaan kegiatan. Masyarakat secara sukarela terlibat dalam mengumpulkan limbah kotoran sapi, membantu pembangunan instalasi biogas, hingga mengikuti sosialisasi mengenai cara kerja dan manfaat biogas. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut.

Keberhasilan program juga didukung kerja sama seluruh anggota KKN Genap Kelompok 37 Universitas Trunojoyo Madura, yakni Qomariyah Slamet, Rizka Nurhafidah Ilmi, Syelfi Amalia, Putri Devi Anjarsari, Syahilda Pramono, Muthohirotuss Sa'adah, Amellda M. R., Yananda A. A., Ita Septi Nur Riski, dan Tria Cahya Rosida yang turut berkontribusi dalam setiap tahapan pelaksanaan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap pengelolaan limbah peternakan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas dan bioslurry diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan, menyediakan energi alternatif yang ramah lingkungan, serta meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan pupuk organik.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Desa Pakandangan Tengah sebagai contoh desa yang berhasil mengoptimalkan potensi lokal untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis energi terbarukan dan pelestarian lingkungan.(red)

Editor :