zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Dukung Program Khofifah Indar Parawansa, Ning Lia: RPH Halal Perkuat Daya Saing Daging Jatim

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa Surabaya, 15 April 2026 – Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama, menyambut positif rencana pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Halal tingkat provinsi oleh PT Jatim Grha Utama (JGU), BUMD milik Pemprov Jawa Timur.

Direktur JGU, Firman Dwi Kriatmojo, menyebut inisiatif ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat ekosistem produk halal di Jatim.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menilai langkah tersebut sangat strategis. Pasalnya, selama ini RPH bersertifikat halal di Jawa Timur masih didominasi pemerintah kabupaten/kota dan pihak swasta.

“Jaminan produk halal itu harus dari hulu sampai hilir, termasuk proses penyembelihan. Mayoritas masyarakat Jawa Timur muslim, jadi butuh kepastian halal,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia juga mengingatkan, sesuai regulasi termasuk PP Nomor 42 Tahun 2024, seluruh produk makanan, minuman, hasil sembelihan, hingga jasa penyembelihan wajib bersertifikat halal paling lambat Oktober 2026.

“Aturan ini dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal untuk memastikan semua produk yang beredar terjamin kehalalannya. RPH Halal provinsi diharapkan bisa melayani seluruh daerah di Jatim,” tegasnya.

Ning Lia memaparkan, konsumsi daging di Jawa Timur tergolong tinggi. Produksi daging sapi bahkan sempat menembus lebih dari 100 ribu ton pada 2021–2022, meski sedikit turun pada 2023.

Meski begitu, Jawa Timur tetap menjadi penopang utama kebutuhan daging nasional. Bahkan, untuk daging ayam ras, Jatim tercatat sebagai kontributor terbesar secara nasional dengan kondisi produksi yang kerap surplus.

“Ini menunjukkan kapasitas sektor peternakan Jatim sangat kuat,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran RPH Halal akan menjadi solusi penting, tidak hanya dalam menjamin kehalalan produk, tetapi juga meningkatkan daya saing daging asal Jawa Timur di pasar nasional.

Selain itu, RPH Halal terintegrasi juga diyakini mampu memperbaiki rantai pasok, mulai dari pemeliharaan ternak, distribusi, hingga penjualan.

“Kalau terintegrasi dengan baik, bisa menekan kehilangan pascapanen, menjaga kualitas melalui rantai dingin, dan membantu stabilisasi harga daging di tingkat konsumen,” pungkasnya.(red)

Editor :