zonaperistiwa.com skyscraper
zonaperistiwa.com skyscraper

Ramai Soal Alumni LPDP, Ning Lia Tegaskan: Kuliah ke Luar Negeri untuk Pulang dan Mengabdi

avatar zonaperistiwa
  • URL berhasil dicopy

Zonaperistiwa Surabaya - Kasus viral yang bermula dari unggahan media sosial seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS masih menjadi sorotan publik. Dalam unggahannya, DS menyatakan kebanggaannya karena sang anak berkewarganegaraan Inggris dan tidak berencana menjadikannya Warga Negara Indonesia (WNI).

Pernyataan tersebut memicu gelombang kritik dari warganet. Kekecewaan publik tak mereda meskipun suami DS, AP—yang juga merupakan penerima beasiswa LPDP—menyatakan komitmennya untuk mengembalikan dana beasiswa yang telah diterima, dengan nominal mencapai miliaran rupiah.

Besarnya dana pendidikan yang bersumber dari anggaran publik menjadi alasan utama kecaman. Sejumlah pihak pun angkat bicara, termasuk anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menyoroti kembali regulasi yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan, yakni diperbolehkannya alumni LPDP bekerja di luar negeri.

Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri merupakan proses strategis dalam membentuk karakter mahasiswa Indonesia agar tangguh, adaptif, dan terbuka terhadap dinamika global. Namun, hal tersebut tidak semestinya dimaknai sebagai tujuan akhir untuk menetap dan berkarier di luar negeri.

“Beasiswa LPDP adalah impian banyak mahasiswa. Wajar jika impian menimba ilmu di luar negeri hadir dengan harapan membentuk karakter yang struggle, adaptif sebagai minoritas di tengah mayoritas, dan inventif. Itu adalah proses belajar bertahan hidup di negeri orang,” ujarnya, Selasa (24/02/2026).

Ning Lia mengungkapkan, pandangan tersebut juga pernah ia sampaikan dalam dua webinar pada 2024 lalu bersama mahasiswa lintas provinsi yang mendaftar beasiswa LPDP. Ia tercatat menjadi narasumber dalam kegiatan yang digelar Yayasan Pandara pada Juni 2024 serta Pemuda Pelopor Nasional pada Desember 2024.

Lebih lanjut, ia menilai pengalaman menjadi minoritas di lingkungan internasional merupakan pembelajaran sosial yang sangat berharga. Dari situ, kata dia, lahir ketahanan mental, cara pandang yang terbuka, serta kemampuan membaca perubahan global.

Namun demikian, politisi perempuan asal Jawa Timur itu menegaskan bahwa tujuan utama fasilitas beasiswa negara bukanlah untuk menetap di luar negeri, melainkan kembali ke Tanah Air membawa ilmu, jejaring, dan pengalaman global.

“Namun setelah lulus, seharusnya fokus di dalam negeri dengan tujuan mewariskan ilmu dan semangat kepada generasi di bawahnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan, dana LPDP bersumber dari masyarakat sehingga manfaatnya harus kembali kepada publik dalam bentuk pengabdian nyata bagi negara.

“Ketika impian meraih beasiswa tercapai, maka pulanglah. Dana yang digunakan berasal dari publik, sehingga manfaatnya harus kembali kepada pengabdian pada negara. Negara kita kaya. Banyak kemanfaatan dan keberkahan yang bisa diraih,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Ning Lia juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan jasa tanah kelahiran.

“Kita semua bisa sekolah dan hidup merdeka sampai hari ini karena dibesarkan di tanah kelahiran, bersama keluarga, merasakan pendidikan, dan melalui berbagai proses kehidupan. Hal itu jangan dinafikan,” pungkasnya.(red)

Editor :