Zonaperistiwa Surabaya – Komitmen dunia pendidikan dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditegaskan melalui pencanangan gerakan bebas sampah plastik oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam ajang Expo & Expose SMK Hebat Jawa Timur 2026. Momentum ini menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara simbolis membagikan tumbler kepada peserta dan pengunjung expo. Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan nyata untuk mengubah kebiasaan sehari-hari yang selama ini masih bergantung pada botol dan gelas plastik sekali pakai.
Menurutnya, dunia pendidikan harus menjadi pelopor perubahan, termasuk dalam gerakan menjaga lingkungan. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan budaya hidup berkelanjutan.
“Gerakan ini bukan hanya tentang mengurangi sampah plastik, tetapi membangun kebiasaan baik yang dimulai dari hal sederhana. Jika dilakukan bersama-sama, dampaknya akan besar bagi masa depan,” ujarnya di sela kegiatan.
Pembagian tumbler tersebut disambut antusias oleh para siswa, guru, dan pengunjung yang hadir. Mereka diajak untuk mulai membawa wadah minum sendiri dalam setiap kegiatan, baik di sekolah maupun di luar lingkungan pendidikan.
Melalui inisiatif ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap semangat bebas plastik dapat terus digaungkan dan menjadi budaya di seluruh satuan pendidikan. Langkah sederhana yang dilakukan hari ini diyakini mampu membawa perubahan signifikan bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Gerakan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa generasi muda tidak hanya dituntut unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa