Zonaperistiwa Surabaya – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr. Abdul Mu'ti bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung serta Kepala SD Muhammadiyah 15 Surabaya meresmikan gedung sarana pembelajaran baru di SD Muhammadiyah 15, Kota Surabaya, Sabtu (7/2).
Pembangunan gedung tersebut dilakukan secara mandiri sebagai bentuk komitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif dan berkualitas.
Peresmian yang dilaksanakan pada Sabtu (7/2) ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, pimpinan Muhammadiyah Surabaya, hingga Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung. Selain itu, turut hadir jajaran Muhammadiyah, para guru SD Muhammadiyah 15 Surabaya, dan siswa
Gedung yang diresmikan saat ini terdiri dari dua lantai dari rencana awal pembangunan tiga lantai. Sarana dan prasarana tersebut diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.
“Dengan gedung yang representatif, anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman. Sekolah diharapkan menjadi rumah kedua bagi mereka, tempat menemukan rasa percaya diri, semangat belajar, serta interaksi sosial yang sehat dengan sesama,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr. Abdul Mu'ti dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas yang memadai juga berperan penting dalam membangun kohesi sosial antarsiswa serta menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr. Abdul Mu'ti turut menanggapi persoalan sosial yang belakangan menjadi perhatian publik terkait meninggalnya seorang anak. Kementerian menegaskan telah mengambil langkah sesuai kewenangan dan otoritas yang dimiliki.
“Berdasarkan data di kementerian, anak tersebut sebenarnya telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan lainnya yang sudah diaktivasi dan dicairkan,” jelasnya.
Selain itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan di Nusa Tenggara Timur juga telah mengunjungi langsung keluarga korban di kediamannya. Kunjungan tersebut disertai pemberian santunan sebagai bentuk empati dan belasungkawa atas meninggalnya anak yang dikenal berprestasi dan disayangi banyak pihak.
Peristiwa tersebut, lanjutnya, menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, khususnya guru, orang tua, dan masyarakat, untuk memberikan perhatian serta pendampingan yang lebih intens kepada anak-anak, terutama pendampingan sosial dan spiritual.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya guru, tetapi juga orang tua dan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan spiritualitas anak menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman, baik secara spiritual maupun sosial, sehingga setiap murid merasa diterima sepenuhnya dengan segala kondisi yang dimiliki.
“Anak-anak harus tumbuh dengan rasa percaya diri, kemampuan intelektual, kekuatan spiritual, serta jiwa sosial yang tinggi. Itulah fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan yang unggul,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 15 menyampaikan bahwa peresmian gedung ini adalah hal yang telah dinanti sejak lama.
"Tujuannya bahwasanya kita sekolah Muhammadiyah bisa untuk membuat semacam gedung yang nyaman dan representatif demi kemajuan anak-anak," jelas Mationo.
Gedung ini diketahui memiliki lima lantai dengan luas sekitar 2.500 meter persegi. Secara umum pembangunan telah rampung, namun untuk tahap finishing baru lantai 1 dan 2 yang siap ditempati. Sementara itu, lantai 3, 4, dan 5 masih dalam proses pengerjaan.
Mationo mengatakan bantuan dana pendidikan senilai Rp 25 juta akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan manajemen dan pengurus terkait penggunaannya.
"Kalau sekiranya skala prioritas, sebagai tambahan untuk gedung, finishing, itu bisa kita manfaatkan, memang skala prioritas kita manfaatkan ke situ," ujarnya.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa