Zonaperistiwa SURABAYA — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Sarasehan Pelajar Jawa Timur 2026 sebagai wadah strategis penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan komunikasi generasi muda. Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Pelatihan Penulisan Kreatif dan Public Speaking”, yang dirancang untuk membekali pelajar dengan kompetensi penting di era global.
Melalui sarasehan ini, para pelajar didorong untuk tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu mengekspresikan gagasan, pemikiran, dan karya secara kritis, kreatif, serta percaya diri. Kemampuan menulis dan berbicara di depan publik dinilai sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinan sejak dini.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pelajar Jawa Timur harus berani mengambil peran sebagai subjek perubahan.
“Pelajar Jawa Timur bukan generasi penonton. Kalian adalah penulis cerita zaman ini. Jika hari ini kalian berani menulis dan berbicara, maka suatu hari kalian akan berani memimpin,” tegasnya.
Selain penguatan keterampilan individu, sarasehan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sekolah. Melalui interaksi dan diskusi antar peserta, pelajar diharapkan mampu membangun jejaring pembelajaran yang lebih luas serta menumbuhkan semangat saling belajar dan berbagi gagasan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan “Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak”, yakni pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menghasilkan generasi yang berkarakter, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan terselenggaranya Sarasehan Pelajar Jawa Timur 2026, diharapkan lahir pelajar-pelajar yang cakap literasi, unggul dalam komunikasi, serta mampu menyuarakan ide dan karya yang memberi dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa