Zonaperistiwa Surabaya — Pemerintah pusat memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan. Namun hingga kini, petunjuk teknis pelaksanaannya masih belum diterima oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dispendik Jatim, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait mekanisme distribusi MBG selama bulan puasa.
“Sejauh ini kami belum menerima informasi resmi dari BGN mengenai teknis distribusi MBG selama Ramadhan. Yang kami tahu justru dari pemberitaan media bahwa program tersebut dipastikan tetap ada,” ujar Aries usai mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di SMAN 15 Surabaya, Selasa (27/1/2026).
Aries menjelaskan, kegiatan belajar mengajar hanya diliburkan di awal dan akhir Ramadhan. Selebihnya, siswa tetap mengikuti pembelajaran di sekolah, sehingga distribusi MBG juga akan tetap dilakukan.
Hanya saja, makanan tidak dikonsumsi di sekolah seperti hari biasa. Menurutnya, MBG kemungkinan akan dikemas dalam bentuk kotak atau paket agar bisa dibawa pulang oleh siswa dan disantap saat berbuka puasa.
“Informasinya, MBG akan didistribusikan dalam bentuk lain, mungkin berupa box atau kemasan pack. Karena siswa tetap bersekolah, pembagiannya dilakukan di sekolah tetapi untuk dibawa pulang,” terangnya.
Di sisi lain, Aries mengakui bahwa program MBG belum menjangkau seluruh sekolah di Jawa Timur. Meski begitu, untuk jenjang pendidikan menengah di Kota Surabaya, cakupannya disebut hampir mencapai 100 persen.
Hanya beberapa sekolah di kawasan Surabaya bagian utara yang masih belum menerima program tersebut.
Terkait rencana penambahan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 2026, Aries menegaskan seluruh kebijakan berada di bawah kewenangan BGN.
Salah satu opsi yang mungkin dilakukan adalah menyesuaikan kapasitas produksi setiap titik agar distribusi lebih merata.
“Bisa saja kuota per SPPG diperkecil, misalnya satu titik memproduksi 2.000 porsi per hari, bukan 3.000. Sisanya bisa dipasok oleh SPPG yang lokasinya lebih dekat dengan sekolah. Namun itu akan dikaji oleh BGN,” pungkasnya.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa