Zonaperistiwa SURABAYA – Suasana haru dan sukacita mewarnai Upacara Wisuda Program Magister dan Sarjana Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Surabaya yang digelar di Novotel Samator Surabaya, Jumat (18/9/2026).
Sebanyak 158 winisuda resmi menyelesaikan pendidikan mereka dan menjadi bagian dari 6.626 alumni ONE UPH Tahun Akademik 2025/2026.
Baca juga: BEM UPH Surabaya Edukasi Warga Kedung Baruk Kelola Sampah Lewat EcoCare 2026
Prosesi wisuda dihadiri Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta keluarga para wisudawan.
Mengangkat tema “Imago Dei” yang didasarkan pada Kejadian 1:26, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”, wisuda kali ini mengajak para lulusan untuk kembali memahami identitas dan panggilan mereka setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor UPH Jonathan L. Parapak menegaskan bahwa identitas terdalam manusia tidak ditentukan oleh gelar, jabatan, kekayaan, maupun pengakuan dunia.
Menurutnya, manusia memiliki panggilan untuk mencerminkan karakter Allah melalui kehidupan sehari-ha
“Kita dipanggil untuk mencerminkan karakter-Nya melalui kasih, keadilan, integritas, dan kerendahan hati,” ujar Jonathan.
Ia juga mengingatkan para lulusan bahwa teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kehidupan, kecerdasan, talenta, kesempatan, dan pengaruh yang dimiliki setiap individu merupakan kepercayaan dari Tuhan yang harus dikelola secara bijaksana.
“Kesuksesan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai sesuatu, tetapi tentang seberapa besar kehidupan kita membawa dampak bagi sesama,” pesannya kepada para wisudawan.
Lulusan Berprestasi
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah lulusan UPH Kampus Surabaya turut memperoleh penghargaan atas pencapaian akademik dan nonakademik. Penghargaan diberikan mulai dari tingkat universitas hingga program studi, termasuk penghargaan bagi winisuda dengan poin SEP tertinggi.
Rusdinah, M.H. meraih IPK tertinggi Program Magister dengan nilai 3,95 dan predikat Summa Cum Laude. Sementara Vanessa Ileana Angjaya, S.H. menjadi lulusan dengan IPK tertinggi Program Sarjana dengan nilai 3,97 dan predikat Summa Cum Laude.
Pada tingkat program studi, Hanna Christine, M.M. meraih IPK tertinggi Program Studi Magister Manajemen dengan predikat Summa Cum Laude.
Baca juga: UPH Kampus Surabaya Resmi Kukuhkan 216 Wisuda 2025
Kemudian Felix Wijaya, S.M. meraih IPK tertinggi Program Studi Manajemen dengan predikat Cum Laude, sedangkan Yanty, S.Ak. meraih IPK tertinggi Program Studi Akuntansi dengan predikat Cum Laude.
Untuk pencapaian winisuda dengan poin SEP tertinggi tingkat universitas, penghargaan diraih Eulogius Michael Marthin, S.M. dengan SEP Poin 5.996.
Sedangkan Eliana Ananda Winarko, S.H. menjadi winisuda dengan poin SEP tertinggi tingkat fakultas dengan SEP Poin 4.968.
Pengalaman Mahasiswa dan Pembentukan Karakter
Selain pencapaian akademik, perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan di UPH juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Hal tersebut disampaikan alumni Angelia Kusuma Tanaya, S.H., penerima beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Selama menjadi mahasiswa, Angelia aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan serta program pengembangan kepemimpinan. Berbagai pengalaman tersebut membantunya bertransformasi dari pribadi yang pemalu dan kerap merasa ragu menjadi sosok yang lebih percaya diri serta berani mengambil berbagai peluang.
Momen haru juga hadir dalam rangkaian wisuda ketika alumni Kaleb Markoliano Luwuk, S.M. menyanyikan lagu Doa Seorang Anak, yang kemudian dilanjutkan dengan medley lagu Monokrom karya Tulus.
Lagu Doa Seorang Anak menjadi ungkapan terima kasih kepada orang tua atas doa, kasih sayang, dukungan, dan pengorbanan yang diberikan selama perjalanan pendidikan.
Sementara lagu Monokrom menjadi simbol perpisahan sekaligus kenangan atas perjalanan bersama teman-teman selama menjalani masa perkuliahan.
Wisuda UPH Kampus Surabaya tersebut menjadi penanda berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus awal dari perjalanan baru bagi 158 winisuda.
Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, pengalaman, karakter, dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di kampus untuk diterapkan di tengah masyarakat.
Melalui semangat Imago Dei, para lulusan juga diingatkan untuk tidak hanya mengejar pencapaian pribadi, tetapi menggunakan pengetahuan, talenta, kesempatan, dan pengaruh yang dimiliki untuk memberikan dampak positif bagi sesama.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa