Zonaperistiwa Senin (29/06), Fakultas Teknologi Pangan & Perikanan (FTPP) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya resmi mengimplementasikan kerja sama internasional dengan Wuhu Institute of Technology, China.
Implementasi ini diwujudkan melalui program pembelajaran dan praktikum offline yang digelar di Laboratorium Hujiang Workshop, Kampus Unitomo, mulai 28 Juni hingga 3 Juli 2026.
Baca juga: Unitomo Wisuda 1.059 Lulusan di Surabaya, Rektor Soroti Tantangan Bonus Demografi
Selama lima hari penuh, mahasiswa FTPP Unitomo mendapatkan pelatihan teknik dasar kuliner oriental serta kompetisi inovasi kue fusi Sino-Indonesia yang dipandu langsung oleh dosen tamu asal Tiongkok, Ms. Xia Nan.
Kegiatan yang diawali dengan Opening Ceremony di Ruang Proklamasi ini dihadiri langsung oleh jajaran Rektorium, Dekanat FTPP, dan para Ketua Program Studi. Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah menegaskan arti penting kolaborasi internasional ini bagi institusi. "
Melalui kemitraan strategis dengan Wuhu Institute, kita tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka cakrawala baru bagi mahasiswa untuk menjadi inovator pangan global," ujar Rektor. Pihak universitas berharap implementasi nyata ini dapat meningkatkan daya saing global para lulusan.
Baca juga: Dies Natalis ke-45 Unitomo: Perkuat Dampak Global, Teguhkan Komitmen Tridarma
Rangkaian praktikum intensif di laboratorium mencakup pembuatan produk otentik kuliner Asia, mulai dari pangsit kukus ala Thailand Utara, jade shumai, hingga kue bulan tradisional Kanton.
Dekan FTPP Unitomo, Kejora Handarini, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan kurikulum berbasis industri internasional. ."Praktikum intensif di Laboratorium Hujiang Workshop ini membuktikan komitmen FTPP untuk menghadirkan atmosfer belajar standar internasional yang adaptif terhadap tren industri pangan," kata Doktor bidang teknologi pangan ini.
Sebagai puncak implementasi kerja sama, para mahasiswa ditantang memadukan cita rasa lokal dan Tiongkok dalam kompetisi inovasi pangan. Ms. Xia Nan selaku dosen tamu mengapresiasi antusiasme dan kreativitas para peserta selama pelatihan berlangsung.
Baca juga: Tebar Manfaat di Usia ke-45, Unitomo Gelar Khitan Massal untuk 140 Anak
"Saya melihat potensi luar biasa dari para mahasiswa Unitomo. Mereka sangat cepat menguasai teknik dasar dan mampu melahirkan inovasi kuliner fusi Sino-Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi," tutur Ms. Xia Nan menjelang acara penutupan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan Closing Ceremony dan jamuan makan malam bersama.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa