Strategi Tingkatkan PAD Sidoarjo Jadi Rujukan Daerah Lain  ‎ 

zonaperistiwa.com

‎KOMINFO, Sidoarjo, zonaperistiwa.com – Strategi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di ‎Kabupaten Sidoarjo menjadi rujukan daerah lain. Di antaranya adalah Kabupaten 
‎Karangasem, Bali yang berkunjung ke Sidoarjo untuk mempelajari strategi Peniab ‎Sidoarjo dalam meningkatkan PAD di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan ‎pemerintah pusat. ‎Bupati Sidoarjo, Subandi menerima langsung kunjungan kerja Bupati Karangasem, ‎Bali, I Gusti Putu Parwata di Pendopo Delta Wibawa pada Jumat (8/5/2026).
‎
‎Dalam kegiatan tersebut, Bupati Subandi juga didampingi Kepala Badan Perencanaan ‎Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, Ainur Rahman dan Kepala ‎Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo. 

‎Dalam pertemuan itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan bahwa ‎Kabupaten Sidoarjo dinilai memiliki banyak kemajuan, khususnya dalam kemandirian ‎fiskal diantaranya pengelolaan pendapatan daerah dan pemanfaatan teknologi ‎pemerintahan.
‎
‎Menurutnya, tantangan yang dihadapi daerah saat ini salah satunya 
‎berkaitan dengan regulasi pendapatan daerah dan kebijakan pengurangan Transfer ‎ke Daerah (TKD).
‎ 
‎“Sidoarjo ini banyak kemajuannya. Kami ingin belajar langkah-langkah yang dilakukan ‎Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam meningkatkan pendapatan daerah ‎di tengah adanya pengurangan TKD. Ditambah ketentuan pembatasan belanja ‎pegawai maksimal 30 persen dari APBD, sedangkan di Karangasem masih mencapai 
‎46 persen, sehingga kami perlu mencari strategi dan inovasi,” ujarnya.
‎ 
‎Ia juga melihat adanya peluang kolaborasi antar daerah, termasuk pengembangan 
‎potensi pariwisata. Menurutnya, sinergi tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk ‎memperkuat perekonomian daerah.
‎ 
‎Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menjelaskan bahwa upaya peningkatan PAD ‎di Kabupaten Sidoarjo tidak hanya mengandalkan kawasan industri yang ada, namun ‎juga didukung penguatan sistem digital dan pengawasan berbasis teknologi.
‎
‎Untuk meningkatkan PAD selain dari berbagai kawasan industri yang ada di Sidoarjo, ‎kami juga memiliki dashboard untuk mengetahui perkembangan pendapatan setiap ‎triwulan.
‎
‎Dengan sistem non tunai, semua transaksi dapat dipantau sehingga tidak ada ‎celah retribusi yang melanggar,” katanya.
‎
‎Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo juga terus memperkuat kolaborasi seluruh ‎organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melakukan efisiensi anggaran. 
‎ 
‎Menurutnya, teknologi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung ‎optimalisasi pendapatan daerah. Saat ini Pemkab Sidoarjo tengah mengembangkan ‎sistem data warehouse yang terintegrasi dengan seluruh OPD.
‎ 
‎“Teknologi kami mendukung pemerintah daerah untuk optimal menggali potensi 
‎pendapatan yang ada di Sidoarjo. Dashboard monitoring dan data warehouse akan ‎mengintegrasikan data aktif dari seluruh OPD. Setelah data terkumpul dapat ‎dibandingkan dan dipantau setiap saat,” jelasnya.
‎ 
‎Ia mengatakan, data warehouse tersebut juga akan mendukung monitoring proyek ‎strategis daerah, tata kelola pemerintahan, pengadaan barang dan jasa, hingga ‎pelayanan publik. Seluruh data nantinya ditampilkan melalui dashboard sebagai data ‎pembanding dan bahan evaluasi kebijakan.
‎ 
‎“Upaya ini dilakukan untuk efektivitas dan transparansi tata kelola pemerintahan, ‎sehingga perkembangan pendapatan, pengeluaran, pelayanan publik hingga proyek ‎strategis daerah dapat terus terpantau secara real time,” tambahnya.
‎ 
‎Subandi berharap, melalui penguatan sistem digital, koordinasi lintas OPD, serta ‎sinergi dengan DPRD maupun perluasan mitra, peningkatan PAD Kabupaten Sidoarjo ‎dapat terus dioptimalkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. 
‎
‎Willy.K

Editor : Redaksi zonaperistiwa

Nasional
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru