Zonaperistiwa Surabaya — Di tengah gemerlapnya Kota Surabaya, sebuah inisiatif akar rumput lahir dari permukiman vertikal Rusun Tanah Merah. Warga dari blok TM 1 (A, B, C, dan D) serta TM 2 (A dan B), yang berada di wilayah RT 13 RW 04 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, bersatu dalam aksi penjagaan malam demi menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Penjagaan malam ini dimulai pada Senin dini hari, 1 Desember 2025, tepat pukul 00.00 WIB hingga 04.00 WIB. Meski sepintas tampak sebagai ronda biasa, kegiatan tersebut sesungguhnya merupakan wujud nyata dari kesadaran kolektif dan semangat kebersamaan warga.
Baca juga: Launching APPI.com, Hadirkan Ruang Aspirasi Masyarakat Lewat Jurnalisme Warga
Ketua RT 13 Rusun Tanah Merah, Abdul Muthalib, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama mengenai pentingnya keamanan kawasan rusun.
“Penjagaan malam ini adalah wujud dari kesadaran kolektif kami. Kami percaya, keamanan dan kenyamanan adalah fondasi utama bagi terciptanya harmoni sosial. Dan harmoni sosial adalah prasyarat bagi kemajuan sebuah komunitas,” ujarnya.
Aksi penjagaan malam ini melibatkan seluruh warga dari berbagai blok, tanpa memandang usia, latar belakang, maupun status sosial. Mereka berjalan menyusuri lorong-lorong rusun, memastikan lingkungan tetap aman serta terbebas dari potensi gangguan.
Bagian dari tim keamanan RT 13, Abd. Cholik, turut menegaskan pentingnya peran aktif warga.
“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh warga. Partisipasi aktif warga sangat membantu dalam menjaga ketertiban, khususnya di wilayah RT 13 Rusunawa Tanah Merah ini,” ungkapnya.
Baca juga: Anniversary ke-39, Swiss-Belhotel International Gelar CSR untuk Anak-anak YPKI Surabaya
Dari sudut pandang filosofis, aksi ini mencerminkan semangat homo homini socius—manusia sebagai sahabat bagi sesamanya. Warga Rusun Tanah Merah menolak pandangan pesimistis homo homini lupus yang melihat manusia sebagai ancaman. Mereka memilih menjaga, melindungi, dan saling mendukung demi kebaikan bersama.
Abdul Muthalib menambahkan bahwa semangat gotong royong menjadi nilai utama dalam inisiatif ini.
“Ini adalah identitas bangsa Indonesia. Setiap individu merasa memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi komunitas lain, baik di Surabaya maupun di berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: HNN Genap 10 Tahun, Ustadz Hasan Basri Fuk Ingatkan Pers tentang Amanah Informasi
“Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman untuk kita semua,” lanjutnya.
Di balik gelapnya malam dan di antara dinding-dinding rusun yang menjulang, terukir kisah tentang harapan dan kebersamaan. Warga Rusun Tanah Merah menjaga nyala harmoni, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
“Semoga semangat ini terus membara dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” tutup Abdul Muthalib.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa