Zonaperistiwa Surabaya – SMA St Louis 1 Surabaya (Sinlui) kembali menunjukkan dominasinya di dunia basket pelajar. Dalam gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java–North Series (DBL Surabaya), Sinlui sukses mengawinkan gelar juara di sektor putra dan putri. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Sinlui sebagai kekuatan utama basket sekolah di Surabaya.
Di kategori basket putri, tim Sinlui mengakhiri puasa gelar sejak 2016 setelah menundukkan rival bebuyutan mereka, SMA Gloria 1 Surabaya, dengan skor tipis 48–47. Pertemuan dua raksasa basket putri Surabaya ini menjadi laga klasik yang selalu ditunggu. Dalam lima musim terakhir, keduanya lima kali berhadapan, namun baru kali ini Sinlui berhasil memutus tren negatif dengan kemenangan penting di partai final.
Baca juga: Honda DBL 2026-2027 Resmi Dibuka di Surabaya, Kompetisi Basket Pelajar Terbesar Kembali Bergulir
Sinlui unggul sejak pertengahan kuarter kedua, meski Gloria 1 terus memberi tekanan hingga akhir laga. Di sisa tiga detik pertandingan, Shannon Susila dari Gloria berpeluang menyamakan skor lewat dua tembakan bebas. Hanya satu yang masuk, dan Richelle Widjaja sukses mengamankan rebound untuk memastikan gelar perdana Sinlui setelah sembilan tahun.
Joanne Giovanni menjadi bintang kemenangan dengan mencetak 22 poin dan 6 rebound, disusul Richelle Widjaja dengan 10 poin dan 9 rebound.
Sementara di sektor basket putra, Sinlui tampil perkasa setelah menaklukkan Surabaya Cambridge School (SCS) dengan skor telak 74–46. Hasil ini sekaligus mengembalikan gelar juara DBL Surabaya ke tangan Sinlui setelah musim lalu direbut SMA Gloria 1.
SCS sendiri menjadi kejutan besar musim ini. Mereka melaju hingga final setelah menyingkirkan beberapa kandidat juara, meski harus memulai kompetisi sejak Round 1 dan melakoni total 10 pertandingan. Namun, dominasi Sinlui sulit dibendung, terutama setelah mereka membalikkan keadaan lewat laju 20–9 di kuarter kedua.
Baca juga: Tuntas Digelar, Malang Century Journey 2025 Sukses Jadi Ajang Sport Tourism di Kota Malang
Nicholas Wiyanto memimpin perolehan poin Sinlui dengan 19 poin, 4 asis, dan 3 steal. Yehezkiel Tedjasukmana menambah 12 poin dan 6 rebound, sedangkan Sinclaire Halim melengkapi kemenangan dengan dobel-dobel 10 poin, 11 rebound, dan 5 steal.
Kepala SMA St Louis 1, Sri Wahjoeni, mengapresiasi gelaran DBL Surabaya yang disebutnya mampu membentuk karakter siswa.
> “Menurut saya, DBL itu sungguh luar biasa. Di sinilah anak-anak belajar sportif, tangguh, dan bersemangat. Guru, siswa, orang tua, bahkan alumni semua selalu menantikan momen DBL,” ujarnya.
Baca juga: Sinlui Raih Double Champion, Akhiri Penantian 10 Tahun di DBL East Java
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SCS Dimas Adiansyah Syahrul menyebut DBL sebagai ajang penting untuk memperkenalkan sekolahnya.
> “Kami terus mendorong peserta didik untuk berkembang, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga non-akademik seperti basket,” kata Dimas.
Kisah menarik turut mewarnai partai final kali ini. Salah satu manajer tim SCS, Ridwan Prajogo atau akrab disapa Suk Ridwan, merayakan ulang tahunnya ke-82 tepat di hari final DBL Surabaya 2025. Sosok legenda basket Jawa Timur itu telah enam dekade mendedikasikan hidupnya bagi dunia basket — dari pemain, pengurus PERBASI Jatim.(red)
Editor : Redaksi zonaperistiwa